PANTAI WOHKUDU

PANTAI WOHKUDU

wisata-jogja
Gambar 1.1 pantai wohkudu
Pantai Kamping  Bawah Lindungan Tebing-Tebing. Inilah Wisata Jogja pantai nan menawarkan banyak alasan untuk mendirikan tenda di lahan-lahan kemah dilindungi oleh tebing-tebing. Kabupaten Gunungkidul sudah lama terkenal dengan puluhan  Wisata Jogja pantai menarik hati. Terbentang dari perbatasan dengan Kabupaten Bantul sebelah barat serta Provinsi Jawa Tengah sebelah timur, ada 100-an pantai  siap mewadahi keinginan kita melepas penat dari hilir mudik kota dengan bermain air laut, memancing, memandang senja atau sunrise, sampai berkemah. Nah, salah satu Wisata Jogja pantai yang cocok untuk kegiatan terakhir ini adalah pantai mini Wohkudu terletak didaerah Gunungkidul sebelah barat. 

Dengan catatan, cocok bagi kita yang tidak termasuk ke golongan orang-orang yang senang bila pengalaman berkemah mereka semakin mirip pengalaman Robinson Crusoe. Dibandingkan Wisata Jogja pantai-pantai lain seperti Indrayanti, Krakal, atau Pok Tunggal, Wohkudu sebenarnya baru belakangan terkenal. Tahun 2016, mayoritas media online masih menulis mengenai betapa "masih sepi"-nya nan belum adanya fasilitas apa-apa Wisata Jogja pantai Wohkudu. Pernyataan ini ditambah meyakinkan dengan foto-foto hijaunya pantai bertemu Samudera Hindia dihiasi satu gubuk pancing nelayan sekitar. Wisata Jogja Wohkudu memang telat berbenah, akan tetapi kini beberapa fasilitas area pantai ini sudah disiapkan untuk memudahkan pengunjung. Seperti yang dialami sendiri oleh Tim kami saat berkemah sehari semalam waktu lalu.
wisata-jogja
Gambar 1.2 pantai wohkudu
Wisata Jogja Pantai Wohkudu dulunya kosong tanpa fasilitas apapun, sekarang sudah lengkap dengan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK), warung yang menjual makanan kecil hingga nasi goreng, musala. Woh Kudu yang dulunya sepi, sekarang sudah ramai siang malam. Alasan utama mengapa Wisata Jogja Pantai Wohkudu cocok untuk berkemah adalah keberadaan dua tebing pelindung sebelah kiri kanan pantai  tingginya sekitar dua puluh meteran serta panjangnya jauh sampai ke jalan masuk, seakan memeluk semua lahan perkemahan Wisata Jogja Wohkudu. Kedua tebing ini melindungi dari kencangnya angin malam serta panasnya sinar matahari kala siang. Tentu saja angin masih datang dari dua penjuru lagi, matahari akhirnya panas juga bila kita berkemah jauh dari tebing, tetapi tanpa kedua tebing pelindung ini, angin dan teriknya matahari akan jauh lebih ganas.

 Alasan lain Wisata Jogja Pantai Wohkudu cocok untuk berkemah tentunya adalah ketersediaan lahannya, meski tidak terlalu luas tapi relatif datar sehingga nyaman sekali untuk mendirikan tenda. Lahan perkemahan Wisata Jogja Wohkudu terbagi atas tiga, tersusun rapi seperti punden berundak, tetapi dengan kelebihan kekurangannya masing-masing. Ada lahan pertama yang langsung menyambut ketika kita melihat Wisata Jogja pantai Wohkudu dari jauh. Lahan pertama ini, kita jauh dari risiko tersapu gelombang,kita bisa membuat api unggun. Turun satu kali, kita berada pada lahan kedua, yang sama persis seperti lahan pertama dalam hal lain kecuali luas lahannya lebih besar, jaraknya dengan garis pantai lebih dekat.
wisata-jogja
Gambar 1.3 pantai wohkudu
Akhirnya, turun satu lagi, kita sampai pasir putih Wisata Jogja Pantai Wohkudu juga merupakan lahan kemah ketiga. Keuntungan berkemah kita bisa begitu dekat dengan debur samudera tak pernah berhenti sepanjang usia waktu. Namun sayangnya, disini ada dua kekurangan: kita tidak bisa membuat api unggun, sesuai dengan peraturan pantai, kita juga berisiko tersapu ombak bila pasang datang. Terakhir, Wisata Jogja pantai ini termasuk ke dalam wilayah jelajah kera liar ini cocok untuk berkemah karena fasilitasnya sangat menunjang. Fasilitas MCK pantai ini sudah sangat baik. Sudah ada lima bilik-bilik mandi  pembuangan air dialiri oleh air bersih PDAM.

Samping itu, ada warung-warung penyedia makanan kecil, air minum, sampai makanan besar yang dimasak sendiri oleh pemilik warung. Warung ini juga menyediakan kayu bakar bagi kita yang ingin membuat api unggun tanpa repot-repot membawa kayu sendiri. Berjejer dengan warung-warung ada tempat salat berjamaah. Sementara itu, fasilitas parkir tidak kalah pentingnya juga sudah memungkinkan kendaraan baik roda empat maupun roda dua menginap dengan aman, meskipun ditinggal jauh ke Wisata Jogja pantai. Wisata Jogja Wohkudu, warga sekitar sudah membangun tempat parkir beratap terletak ditepi jalan penjagaan 24 jam.
wisata-jogja
Gambar 1.4 pantai wohkudu
Namun, bila amat cocok untuk berkemah karena alasan-alasan tadi, pantai ini sayangnya tidak cocok untuk bermain air atau untuk melihat matahari terbit atau tenggelam, dua hal lain sering dilakukan di pantai. Tepat setelah garis pantai, bukannya pasir lembut seperti misalnya Wisata Jogja Pantai Sadranan,  Wisata Jogja Pantai Wohkudu kita disambut batuan karang besar permukaannya bisa melukai. Bukan hanya karangnya saja, penghuninya juga ada yang bisa melukai. Meskipun kebanyakan flora faunanya tidak berbahaya seperti ikan, rumput laut, ada tersembunyi diantara batu karang ini duri-duri nan siap menusuk kaki kita menyisakan rasa tidak nyaman sampai seminggu tidak hilang juga.

Pantai Wohkudu juga tidak tepat sebagai tempat melihat matahari terbit atau tenggelam. Alasannya matahari bangkit nang tergelincir tidak ke dalam laut, tetapi ke balik kedua bukit. Jadi jangan harap datang ke sini untuk menikmati pemandangan laut menelan dan memuntahkan matahari. Namun, bila kita sedang mencari tempat cocok untuk mendirikan tenda untuk bulan madu romantis dengan pasangan, membakar api unggun sambil bersenda gurau dengan sahabat, atau terbaring sendiri menatap bintang, galaksi tanpa polusi cahaya kota, Wisata Jogja Pantai Wohkudulah pilihannya.
Read More
KEBUN TEH NGLINGGO

KEBUN TEH NGLINGGO

wisata-jogja
Gambar 1.1 kebun teh nglinggo
Panorama Kebun Teh di Bukit Menoreh. Trekking melewati lereng-lereng berundak yang tertutup permadani hijau hingga menikmati panorama delapan puncak gunung tinggi menjadi suguhan menawan ketika mengunjungi Wisata Jogja Kebun Teh Nglinggo, satu-satunya perkebunan teh di wisata Perbukitan Menoreh, Kulon Progo.

Jam Buka Kebun Teh Nglinggo
Senin - Minggu: pukul 07.00 - 17.00 WIB

Jalanan yang terus menanjak menjadi pertanda wisatawan telah memasuki kawasan Desa Wisata Nglinggo, Kulon Progo. Baju dan selembar jaket yang saya kenakan ternyata tak mampu menghalau dinginnya udara kawasan Perbukitan Menoreh pagi itu. Kabut tipis pun menemani perjalanan kami hingga sampai tujuan, bahkan semakin menebal seiring dengan dataran yang semakin meninggi. Sejarah Desa Wisata Nglingo tak bisa dipisahkan dari kisah kepahlawanan Pangeran Diponegoro ketika perang melawan Belanda bersama pasukannya wisata Perbukitan Menoreh. Menurut cerita turun temurun dipercaya masyarakat setempat, dahulu ada tiga orang prajurit pengikut Pangeran Diponegoro menyusun strategi tak jauh dari kawasan Desa wisata Nglinggo.
wisata-jogja
Gambar 1.2 kebun teh nglinggo
Tiga prajurit tersebut adalah Ki Linggo Manik, Ki Dalem Tanu, dan Ki Gagak Roban. Untuk mengenang para prajurit tersebut, akhirnya nama Ki Linggo Manik dianggap sebagai pemimpin, diabadikan menjadi nama sebuah desa yang kini telah menjelma kawasan wisata dengan pemandangan menawan. Salah satu pemandangan itu bisa kita saksikan di kawasan wisata kebun teh, ujung barat pedukuhan Nglinggo kemudian lebih populer disebut Wisata Jogja Kebun Teh Nglinggo. Ketika kabut sudah tak menghalangi pandangan, terlihat tumbuhan Camellia sinensis memenuhi teras-teras lereng perbukitan kawasan wisata ini. Sekilas tampak seperti undakan yang tertutup permadani hijau.

Udara dingin pun perlahan menghangat, berganti dengan udara sejuk khas pegunungan. Trekking antara hamparan tanaman teh, off road mengelilingi kawasan kebun teh atau sekedar menikmati pemandangan adalah alternatif pilihan berwisata di kebun teh ini. Wisatawan pun memilih untuk trekking antara tanaman teh dan berlanjut ke puncak sisi barat. Dari puncak ini, Wisata Jogja Kebun Teh Nglinggo terlihat semakin cantik. Meskipun untuk mencapai puncak bukit ini, wisatawan harus melewati tanjakan panjang berupa undakan tanah dan bambu yang cukup membuat ngos-ngosan saking tingginya.Tak hanya puncak bukit tak bernama sisi barat menyuguhkan panorama menawan.

Masih ada dua puncak lain sisi utara menyuguhkan indahnya pemandangan dari ketinggian. Keduanya merupakan puncak dari Gunung Kukusan secara administratif termasuk ke dalam wilayah Magelang, hanya beberapa ratus meter dari wisata jogja Kebun Teh Nglinggo. Wisata Puncak pertama lebih rendah dikenal dengan nama Puncak Dempok, sedangkan puncak yang lebih tinggi disebut sebagai wisata Puncak Kendeng.
wisata-jogja
Gambar 1.3 kebun teh nglinggo
 Sama seperti Desa wisata Nglinggo, Wisata Jogja Puncak Kendeng juga memiliki sejarah berkaitan dengan Pangeran Diponegoro. Sebuah petilasan berwujud batu terdapat di puncak ini dipercaya warga sebagai makam salah satu kerabat Pangeran Diponegoro bernama Pangeran Kendeng. Sehingga nama puncaknya pun serupa dengan nama sang pangeran. Berbeda dengan panorama menyuguhkan puncak sisi barat, pemandangan dari wisata jogja Puncak Kendeng dan Puncak Dempok tak menyuguhkan pemandangan wisata kebun teh, melainkan panorama delapan gunung yang terdapat di Jogja dan Jawa Tengah, seperti Merapi, Merbabu, Andong, Telomoyo, Ungaran, Sumbing, Sindoro serta Prau. Selain itu, Puncak Dempok dan Puncak Kendeng juga dikenal sebagai spot favorit bagi para pemburu sunrise.

Tak jarang untuk mendapatkan pemandangan cantik berupa cahaya kuning keemasan, para pemburu sunrise ini pun rela bermalam di homestay atau camping kawasan tak jauh dari kebun teh. Melawan dinginnya udara malam wisata Perbukitan Menoreh demi melihat lukisan hasil karya Tuhan di langit timur nan menawan.
Read More
PANTAI JOGAN

PANTAI JOGAN

wisata-jogja
Gambar 1.1 pantai jogan
Peraduan Eksotik Air Terjun dan Laut di Wisata Jogja bagian Selatan. Air terjun di bibir laut adalah sesuatu yang langka di Indonesia, bahkan dunia. Tersembunyi di balik perbukitan karst, Gunungkidul di selatan Yogyakarta ternyata menyimpan air terjun yang jatuh langsung ke bibir laut. Sebuah pesona yang sulit ditolak.

Jam Buka Pantai Jogan
Senin - Minggu: buka 24 jam

Senja ikut menyambut ketika wisatawan tiba di Wisata Jogja Pantai Jogan. Tebing-tebing tinggi khas pegunungan kapur, Wisata Jogja Pantai Jogan bak peraduan, tempat air sungai turun gunung menemui ombak yang pulang melaut. Dari puluhan wisata pantai yang berserak di sepanjang 71 kilometer pesisir Gunungkidul, Wisata Jogja Pantai Jogan menempati posisi istimewa karena keberadaan air terjun yang langsung jatuh dari atas tebing ke bibir laut, mengingatkan pada McWay Beach Waterfall di California. Selama ini, tak banyak pelancong yang tahu tentang Wisata Jogja Pantai Jogan. Lokasinya persis berada sebelah barat wisata Pantai Siung sering terlupa oleh para pemanjat yang dipacu semangat memeluk moleknya tebing Siung.
wisata-jogja
Gambar 1.2 pantai jogan
Untuk mencapai wisata jogja Pantai Jogan, perlu waktu sekitar dua jam berkendara dari Jogja. Menyusuri jalanan aspal mulus, berkelok-kelok membelah perbukitan karst merupakan sisa lautan jutaan tahun silam. Bila kita sampai Pos Retribusi wisata Pantai Siung, artinya Wisata Jogja Pantai Jogan sudah dekat, karena sekitar 400 meter dari pos tersebut, akan terlihat papan kayu penunjuk arah menuju Jogan. Menggantikan aspal mulus, jalan setapak menjadi pemandu selanjutnya, mengantar Anda dengan didampingi dua sungai kecil sisi kiri nantinya akan menyatu lalu menjelma menjadi air terjun. Sayang sekali, keelokannya hanya bisa saksikan saat musim penghujan, sementara musim kemarau debit air sangat kecil ditambah dengan aktivitas penyedotan airnya demi keperluan warga.
wisata-jogja
Gambar 1.3 pantai jogan
Untuk bisa menikmati guyuran air dari atas tebing, kita harus turun ke bawah. Ada dua cara untuk turun, pertama dengan tehnik canyoning alias rappeling air terjun. Tentu diperlukan peralatan dan kemampuan mumpuni untuk melakukannya. Kedua, menapaki turunan licin yang basah. Untunglah tersedia kayu-kayu pegangan sebagai penopang tubuh. Meski begitu, kehati-hatian adalah hal wajib karena jalur curam. Setelah batuan curam nan licin, tersisa satu lagi tantangan, kita masih harus melewati karang dihuni oleh ribuan bayi kepiting berwarna transparan berukuran sekitar 5 mm.

Ini memang bukan koloni kepiting merah penghuni Christmas Island (yang dekat Jawa Barat tapi dimiliki Australia), namun melewatinya dengan kaki telanjang tentu bukan perkara sederhana. Penduduk sekitar biasa mengambil bayi kepiting ini untuk dimasak, menjadi teman makan nasi hangat kala musim hujan. Bila beruntung, pengunjung juga bisa menyaksikan ratusan kupu-kupu bergerombol di bebatuan kering. Nah, sampailah Anda. Berlatar ungunya langit senja, menatap lepas ke Samudera Hindia, menyaksikan Poseidon melempar gulungan ombak seolah siap melahap, sementara balik punggung, suara air terjun memekakkan telinga, pertanda derasnya air yang jatuh. Tak perlu merasa ngeri, nikmatilah keramahan percikan air saat kaki-kaki air menjamah kerasnya batuan karang.
wisata-jogja
Gambar 1.4 pantai jogan
Menyambut sopan sebelum Anda menyibak tirai air, memasuki peraduan grojogan. Diguyur segarnya air tawar dari sungai-sungai rahasia perbukitan karst membuat kita merasa seolah kegersangan Gunungkidul hanyalah mitos. Karena sebenarnya daerah ini punya banyak sekali sumber air, sayangnya tersembunyi perut bumi. Wisata Jogja Pantai Jogan adalah pemberi kesegaran, laksana oase luasnya hamparan wisata pantai pasir putih Gunungkidul. Juga seperti garnishes piring terlalu sayang untuk dilewatkan. Wisata Pantai tepat bagi Anda ingin merasakan sensasi berbeda dari surga pesisir selatan Jogja.
Read More
PANTAI NGOBARAN

PANTAI NGOBARAN

wisata-jogj
Gambar 1.1 pantai ngobaran
Dari Pura hingga Landak Laut Goreng. Wisata Jogja Pantai Ngobaran ternyata kaya pesona budaya mulai dari pura, masjid menghadap ke selatan, hingga potensi kuliner terpendam yaitu landak laut goreng.

Jam Buka Pantai Ngobaran
Senin - Minggu: buka 24 jam

Datang ke wisata Pantai Ngrenehan dan menikmati ikan bakarnya belum lengkap kalau tak mampir di pantai sebelahnya, Ngobaran. Letak pantai yang bertebing tinggi ini hanya kurang lebih dua kilometer dari Pantai Ngrenehan. Tak jauh bukan? Penduduk Pantai Ngrenehan saja sering membicarakan dan mampir ke wisata jogja Pantai Ngobaran, mengapa anda tidak? Ngobaran merupakan wisata pantai nan cukup eksotik. Kalau air surut, anda bisa melihat hamparan alga (rumput laut) baik berwarna hijau maupun coklat. Jika dilihat dari atas, hamparan alga yang tumbuh di sela-sela karang tampak seperti sawah di wilayah padat penduduk.

Puluhan jenis binatang laut juga terdapat di sela-sela karang, mulai dari landak laut, bintang laut, hingga golongan kerang-kerangan. Tapi tak terdapat di pantai lain adalah pesona budayanya, mulai dari bangunan hingga makanan penduduk setempat. Satu diantaranya menarik adalah adanya tempat ibadah untuk empat agama atau kepercayaan berdiri berdekatan. Apakah itu bentuk multikulturalisme? Siapa tahu. Bangunan yang paling jelas terlihat adalah tempat ibadah semacam pura dengan patung-patung dewa berwarna putih. Tempat peribadatan itu didirikan tahun 2003 untuk memperingati kehadiran Brawijaya V, salah satu keturunan raja Majapahit, di Ngobaran. Orang beribadah di tempat ini adalah penganut kepercayaan Kejawan (bukan Kejawen lho).
wisata-jogja
Gambar 1.2 pantai ngobaran
Nama "Kejawan" menurut cerita berasal dari nama salah satu putra Brawijaya V, yaitu Bondhan Kejawan. Pembangun tempat peribadatan ini mengaku sebagai keturunan Brawijaya V dan menunjuk salah satu warga dapat menjaga tempat ini. Berjalan ke arah kiri dari tempat peribadatan tersebut, Anda akan menemui sebuah Joglo digunakan tempat peribadatan pengikut Kejawen. Saat wisatawan  Wisata Jogja berkunjung ke tempat ini, beberapa pengikut Kejawen sedang melakukan sembahyangan. Menurut penduduk setempat, kepercayaan Kejawen berbeda dengan Kejawan. Namun mereka sendiri tak begitu mampu menjelaskan perbedaannya.

Bila terus menyusuri jalan setapak di depan Joglo, anda akan menemukan sebuah kotak batu ditumbuhi tanaman kering. Tanaman tersebut dipagari dengan kayu berwarna abu-abu. Titik dimana ranting kering ini tumbuh konon merupakan tempat Brawijaya V berpura-pura membakar diri. Langkah itu ditempuhnya karena Brawijaya V tidak mau berperang melawan anaknya sendiri, Raden Patah (Raja I Demak). Kebenaran cerita tentang Brawijaya V ini kini banyak diragukan oleh banyak sejarahwan. Sebabnya, jika memang Raden Patah menyerang Brawijaya V maka akan memberi kesan seolah-olah Islam disebarkan dengan cara kekerasan.

Banyak sejarahwan beranggapan bahwa bukti sejarah tak cukup kuat menyatakan bahwa Raden Patah melakukan penyerangan. Selengkapnya bagaimana, mungkin Anda bisa mencari sendiri. Beberapa meter dari kotak tempat ranting kering tumbuh terdapat pura tempat peribadatan umat Hindu. Tak jelas kapan berdirinya pura tersebut. Di bagian depan tempat ranting tumbuh terdapat sebuah masjid berukuran kurang lebih 3x4 meter. Bangunan masjid cukup sederhana karena lantainya pun berupa pasir. Seolah menyatu dengan pantainya. Uniknya, jika kebanyakan masjid di Indonesia menghadap ke Barat, masjid ini menghadap ke selatan.
wisata-jogja
Gambar 1.3 pantai ngobaran
Bagian depan tempat imam memimpin sholat terbuka sehingga langsung dapat melihat lautan. Ketika wisatawan Wisata Jogja menanyakan pada penduduk setempat, tak banyak yang tahu tentang alasannya. Bahkan, penduduk setempat sendiri heran karena membangun pun salah satu Kyai terkenal pengikut Nahdatul Ulama yang tinggal di Panggang, Gunung Kidul. Sebagai petunjuk bagi yang akan sholat, penduduk setempat memberi tanda di tembok dengan pensil merah tentang arah kiblat sebenarnya. Setelah puas terheran-heran dengan situs peribadatannya, Anda bisa berjalan turun ke pantai. Kalau datang pagi, maka pengunjung akan menjumpai masyarakat pantai tengah memanen rumput laut dijual kepada tengkulak. Hasilnya lumayan mencukupi kebutuhan hidup mereka.Namun, kalau datang sore, biasanya Anda akan menjumpai warga tengah mencari landak laut dijadikan makanan malam harinya.

Bisa dimakan, landak laut dikepras dulu durinya hingga rata dan kemudian dipecah menggunakan sabit. Daging di bagian dalam landak laut kemudioan dicongkel. Biasanya warga mencari landak hanya berbekal ember, saringan kelapa, sabit, dan topi kepala untuk menghindari panas. Landak laut didapat biasanya diberi bumbu berupa garam dan cabe kemudian digoreng. Menurut penduduk, daging landak laut cukup kenyal dan lezat. Sayangnya, tak banyak penduduk menjual makanan yang eksotik itu. Tapi kalau mau memesan, coba saja meminta pada salah satu penduduk untuk memasakkan. Siapa tahu, anda juga bisa berbagi ide tentang bagaimana memasak landak laut sehingga warga 1-1- bisa memakai pengetahuan itu untuk berbisnis meningkatkan taraf kehidupannya.
Read More
PUNCAK SUROLOYO

PUNCAK SUROLOYO

wisata-jogja
Gambar 1.1 puncak suroloyo
Meneropong Candi Borobudur dari Perbukitan Buddha Tidur. Wisata Jogja Puncak Suroloyo merupakan puncak tertinggi Pegunungan Menoreh. Dari ketinggian 1.019 m dpl kita dapat meneropong Candi Borobudur terlihat sangat mungil dikelilingi 4 "benteng"-nya: Gunung Sindoro, Sumbing, Merbabu, serta Merapi.

Jam Buka Puncak Suroloyo
Senin - Minggu: buka 24 jam

Sebelah barat laut Candi Borobudur membentang Perbukitan Menoreh yang tampak bagaikan siluet patung Buddha tidur, hanya saja ukurannya sungguh raksasa. Pada abad ke-18, seorang pujangga dari Keraton Surakarta, Ngabehi Yasadipura I, pernah menulis sebuah karya sastra berjudul Serat Cabolek. Dalam serat itu kisah Raden Mas Rangsang kemudian bergelar Sultan Agung Hanyokrokusumo mendapatkan wangsit bahwa dia akan menjadi penguasa Tanah Jawa, oleh karena itu dia harus berjalan dari Keraton Kotagede menuju Perbukitan Menoreh. Supaya bisa menjadi penguasa, dia harus melakukan tapa kesatrian salah satu puncak Perbukitan Menoreh kini dikenal nama Wisata Jogja Puncak Suroloyo. Kawasan ini wajib dikunjungi sebagai dessert perjalanan wisata penemuan harta karun dunia di wisata Borobudur.
wisata-jogja
Gambar 1.2 puncak suroloyo
Perjalanan menuju Wisata Jogja Puncak Suroloyo merupakan petualangan tersendiri penuh tantangan. Jalanan sempit penuh tanjakan curam, kelokan tajam, serta mengapit bukit dan jurang menjadi perjalanan yang mendebarkan. Namun perasaan takut itu akan tergantikan oleh ketakjuban saat melihat pemandangan yang terhampar. Gugusan perbukitan nampak berdiri kokoh melindungi kawasan perdesaan lembah dikelilingi areal persawahan beserta ladang. Sejauh mata memandang terlihat adalah warna hijau berpadu dengan biru langit nan putihnya mega. Sesekali terlihat bunga liar tumbuh anggun tengah-tengah rumpun ilalang.

Setelah menempuh 15 km perjalanan menggunakan sepeda motor, Wisatawan pun menjejakkan kaki sekitar wisata Suroloyo. Untuk mencapai puncaknya terdapat 286 anak tangga dengan tingkat kemiringan tinggi yang harus didaki. Awalnya pendakian masih terasa biasa saja, namun mulai anak tangga ke-100 nafas wisatawan sudah tersengal, hampir putus. Setelah beristirahat dekat anak tangga, pendakian pun dilanjutkan kembali dengan pelan. Begitu menjejakkan kaki tepat Wisata Jogja Puncak Suroloyo memiliki ketinggian 1.019 m dpl, Wisatawan disambut dengan kepakan sayap puluhan burung gereja, kupu-kupu, dan juga capung. Rombongan unggas dengan serangga itu terbang rendah di atas kepala seolah mengucapkan selamat datang.
wisata-jogja
Gambar 1.3 puncak suroloyo
Pemandangan indah nan menakjubkan terhampar di depan mata. Areal persawahan berbentuk terasering menghiasi dinding perbukitan, berpadu mesra dengan lembah dan perdesaan. Di kejauhan nampak wisata puncak Gunung Sindoro, Sumbing, Merbabu, Merapi menyembul di balik gumpalan awan. Wisata Jogja Candi Borobudur terlihat dalam ukuran sangat mungil, tersembunyi dibalik pepohonan. Wisatawan pun tercekat, saat tiba-tiba segumpal awan berarak pelan tak jauh dari tempat wisatawan berdiri.
Read More
PANTAI SADENG

PANTAI SADENG

wisata-jogja
Gambar 1.1 pantai sadeng
Mengunjungi Muara Bengawan Solo Purba. Jalur dan muara Bengawan Solo Purba bisa saksikan bila mengunjungi Wisata Jogja Pantai Sadeng. Melihat kini dan membayangkan kondisi masa lalunya, seperti menyaksikan proses evolusi. Mata pun akan memandang takjub.

Jam Buka Pantai Sadeng
Senin - Minggu: buka 24 jam

Dahulu kala Sungai Bengawan Solo mengalir tenang dari dulunya ayah utara hingga bermuara berada wisata jogja Pantai Sadeng kini berada di Kabupaten Gunung Kidul. Namun, empat juta tahun silam, sebuah proses geologi terjadi. Lempeng Australia menghujam bawah Pulau Jawa, menyebabkan dataran Pulau Jawa perlahan terangkat. Arus sungai akhirnya tak bisa melawan hingga akhirnya aliran pun berbalik ke utara. Jalur semula akhirnya tinggal jejak perlahan mengering karena tak ada lagi air mengalir. Wilayah ini kaya akan bukit-bukit kapur menurut beberapa penelitian, semula merupakan karang-karang yang berada bawah permukaan laut.

Kini, bekas aliran sungai yang populer lewat lagu keroncong berjudul Bengawan Solo ciptaan Gesang itu menjadi objek wisata menarik. Tak ketinggalan wisata jogja Pantai Sadeng menjadi muaranya, selain objek wisata juga salah satu pelabuhan perikanan besar di Yogyakarta. Keduanya menjadi jejak geologi yang berharga. Beberapa waktu lalu, sempat mengadakan paket wisata menyusuri jalur Bengawan Solo Purba hingga muaranya.
wisata-jogja
Gambar 1.2 pantai sadeng
Dalam perjalanan menuju Wisata Jogja Pantai Sadeng, beberapa ratus meter jalur aliran Bengawan Solo Purba bisa menikmati pemandangannya. Jalur aliran itu bisa lihat setelah sampai dekat plang biru bertuliskan "Girisubo - Ibukota Kecamatan". Berhenti sejenak pinggir jalan menuju pantai atau berjalan perlahan adalah cara paling tepat untuk menikmati pemandangan bekas aliran ini, sekaligus memberi kesempatan mengabadikannya dengan kamera.

Tampak dua buah perbukitan kapur yang tinggi memanjang mengapit sebuah dataran rendah semula adalah jalur aliran. Dataran rendah kini lahan berladang palawija penduduk setempat itu berkelok indah, memanjang sejauh 7 kilometer arah utara, hingga wilayah Pracimantoro di Kabupaten Wonogiri. Kelokannya membuat mata tergoda untuk menyusurinya utara hingga tempat pembalikan aliran sungainya.

Jalur aliran juga bisa menyusuri ke arah selatan hingga bekas muaranya wisata jogja Pantai Sadeng. Menurut penuturan salah seorang nelayan, muara Bengawan Solo Purba berada pantai sebelah timur, wilayah kini termasuk areal pelabuhan perikanan. Meski demikian, penyusuran ke selatan tak akan seindah ke utara, sebab jalan menuju ke wisata jogja Pantai Sadeng tidak searah dengan jalur aliran sungai terbesar di Jawa itu.
wisata-jogja
Gambar 1.3 pantai sadeng
Bila telah sampai ke pantainya, maka pemandangan berbeda akan menjumpai. Wilayah pantai juga telah mengalami perubahan, seperti jalur aliran kini menjadi ladang-ladang penduduk. Wisata Jogja Pantai Sadeng kini menjadi pelabuhan perikanan wisata Yogyakarta paling maju, terbukti dengan kelengkapan sarana pendukungnya, seperti perahu motor berukuran lebih besar, terminal pengisian bahan bakar, rumah pondokan nelayan hingga tempat pelelangan ikan dan koperasi.

Berkembangnya Sadeng sebagai pelabuhan ikan pun punya cerita tersendiri. Sekitar tahun 1983, serombongan nelayan ikan dari Gombong, Jawa Tengah datang ke tempat ini. Mereka menganggap Sadeng sangat berpotensi sebagai tempat melaut. Tantangannya cukup berat, bukan hanya karena ombak laut selatan yang besar, tetapi juga kepercayaan penduduk setempat tak memperbolehkan melaut dan wilayah pantai yang konon wingit. Namun, salah satu nelayan bernama Pairo temui wisatawan, mengungkapkan bahwa nelayan Gombong saat itu berkeyakinan, "Sopo Wae mlebu Sadeng Sedeng".

Berarti, siapa saja berani tinggal wisata Sadeng akan memberi kekuatan untuk hidup. Akhirnya, bertahanlah serombongan nelayan dari Gombong itu, hingga hasil tangkapan ikan pun terus meningkat dan mereka mampu bertahan hidup. Kemajuan pun terus dicapai. Tahun 1986, didirikan tempat pelelangan ikan dan membangun pelabuhan dilengkapi mercusuar untuk mendukung aktivitas perikanan. Sekitar tahun 1989, berdiri sebuah koperasi untuk membantu para nelayan. Hingga akhirnya pada tahun 1995, berdiri kantor yang mengurus hasil tangkapan ikan sekaligus pondokan serupa rumah petak dikontrakkan untuk para nelayan.
wisata-jogja
Gambar 1.4 pantai sadeng
Berkeliling ke penjuru pantai adalah cara untuk menikmati kemajuan perikanan di Sadeng. Akan tampak sekelompok nelayan membersihkan perahu, mengangkut ikan dari perahu ke tempat pelelangan, menggiling es batu untuk dimasukkan dalam kotak ikan sebelum didistribusikan, hingga ibu-ibu nelayan mengasuh anak-anak dpondokan. Seluruh warga pantai seolah sibuk dengan aktivitas perikanannya.

Selain itu, bisa juga menyusuri bibir pantai sebelah timur dan menuju gundukan pasir yang berada di dekat pantai. Pemandangan laut lepas akan tampak jelas, beserta deburan ombaknya nan besar. Tak seperti pantai di Gunung Kidul umumnya, Sadeng tak banyak memiliki karang-karang raksasa sehingga pandangan mata tak akan terhalang. Kadang, bisa juga saksikan perahu nelayan sedang tengah melaut.

Mengunjungi Sadeng bagaikan menyaksikan sebuah proses evolusi. Selama perjalanan, bisa dikenang evolusi dataran rendah jalur aliran Bengawan Solo Purba dari tempat mengalirnya air hingga ladang palawija produktif. Sementara, mengunjungi pantainya seolah mengenang pantai semula muara sungai menjadi daerah sepi dan akhirnya berkembang menjadi pelabuhan perikanan terbesar di Yogyakarta.
Read More
AIR TERJUN LEPO

AIR TERJUN LEPO

wisata-jogja
Gambar 1.1 air terjun lepo
"Erawan Falls" di Pelosok Dlingo. Ledok Pokoh menjadi destinasi baru berwisata seru. Serupa Erawan Falls di Thailand, Wisata Jogja Air Terjun Lepo memiliki 3 air terjun dan 4 kolam alami bisa digunakan untuk berenang atau sekedar bermain air hingga lupa waktu.

Jam Buka Air Terjun Lepo
Senin - Minggu: 08.00 - 17.00 WIB

Cahaya matahari hanya bisa mengintip dari sela-sela pepohonan masih rimbun musim peralihan ketika Wisatawan sampai Dusun Pokoh 1, lokasi Wisata Jogja Air Terjun Lepo berada. Lepo merupakan kependekan dari Ledok Pokoh berarti lembah Dusun Pokoh. Mengikuti jalanan menurun dan bersemen, akhirnya kami sampai di lokasi wisata air terjun sekaligus pemandian alami di pelosok Dlingo ini. Terlihat beberapa remaja dan anak-anak asyik berenang dengan pelampung sambil bercanda dan sesekali melompat dari batu besar dekat tepi kolam. Tak ingin mengganggu keasyikan mereka, kami berjalan menuju kolam bagian bawah nan lebih sepi.
wisata-jogja
Gambar 1.2 air terjun lepo
Wisata Jogja Air terjun Lepo memang tak hanya memiliki satu kolam alami untuk berenang dan bermain air. Sekilas Lepo sangat mirip dengan Erawan Falls di Erawan National Park, Thailand. Ada 4 tingkat kolam alami dihubungkan oleh 3 air terjun tempat wisata jogja mulai dikembangkan tahun 2013 ini. Masing-masing kolam alami memiliki kedalaman yang beragam. Kolam pertama, kami lihat ketika sampai tempat wisata jogja ini kedalamannya mencapai 2 meter. Kolam inilah remaja maupun orang dewasa biasanya berenang.

Menyusuri jalan setapak dan tangga batu di sisi air terjun, Wisatawan sampai tingkatan kolam kedua. Kolam ini paling luas kedalamannya hanya sebatas pinggang orang dewasa, sehingga lebih aman jika anak-anak bermain air di kolam ini. Meskipun tak jarang anak-anak memilih berenang daerah kolam pertama. Kolam kedua ini dikelilingi oleh tebing-tebing batu nan tersusun eksotis. Sebuah titian batu dan selokan kecil menambah kecantikannya. Ceruk batu adalah salah satu sisi kolam menjadi spot terbaik menikmati wisata air terjun di tingkat ini. Tampak beberapa remaja asyik memanfaatkan ceruk batu ini untuk ber-groufie. Sedangkan sebagian lainnya lebih memilih bermain air dekat wisata air terjun.
wisata-jogja
Gambar 1.3 air terjun lepo
Tingkat ketiga adalah kolam paling dangkal, hingga bagian dasarnya tertutup endapan kapur pun terlihat dari permukaan air. Wisatawan kembali menyusuri jalan setapak dan tangga-tangga batu untuk sampai sekitar kolam ketiga. Bagian menarik dalam kolam ketiga adalah tebing-tebing batu sekitar wisata air terjun yang berbentuk balok, seolah sengaja dipotong oleh tangan-tangan manusia. Karena tak ada persiapan baju ganti, kami harus puas hanya bermain air di kolam yang kedalamannya hanya mencapai lutut orang dewasa ini. Padahal, sejak pertama kali melihat warna turquoise mengisi kolam-kolam Wisata Jogja Air Terjun Lepo, kami sudah tak sabar untuk menceburkan diri ke dalam segarnya air. Tak berhenti pada kolam ketiga, air terus mengalir ke kolam keempat sekaligus kolam terakhir. Tingkatan ini kira-kira sama dalamnya dengan kolam pertama namun jauh lebih sempit.

Sejuknya udara pegunungan dan keseruan bermain air telah menyihir kami hingga lupa kalau perut sudah mulai berdendang. Untungnya sekitar wisata jogja Air Terjun Lepo sudah banyak warung-warung makan sederhana menyajikan beragam menu. Selain warung-warung makan, pengelola tempat wisata jogja ini juga menyediakan kamar mandi, aula sederhana serta persewaan pelampung dan tikar. Serunya, untuk menikmati kecantikan wisata jogja Air Terjun Lepo, kita hanya perlu memberikan retribusi seikhlasnya serta tetap menjaga kebersihan dan keindahannya.
Read More

Blog Archive

PANTAI WOHKUDU

Gambar 1.1 pantai wohkudu Pantai Kamping  Bawah Lindungan Tebing-Tebing. Inilah Wisata Jogja pantai nan menawarkan banyak alasan untuk ...