Showing posts with label Pantai. Show all posts
Showing posts with label Pantai. Show all posts
PANTAI POK TUNGGAL

PANTAI POK TUNGGAL

wisata-jogja
Gambar 1.1 pantai pok tunggal
Surga Tersembunyi yang Menantang Nyali. Perjalanan ke Wisata Jogja Pantai Pok Tunggal memang tak terduga. Awalnya disuguhi jalan yang sulit, ternyata berujung pada surga tersembunyi memikat hati dan menantang nyali. Sebatang pohon ikonik membuat wisata pantai ini makin cantik.

Jam Buka Pantai Pok Tunggal
Senin - Minggu: buka 24 jam

"Ah, menuju ke mana perjalanan ini?" batinku ketika mobil membawaku dan calon writer wisatawan lainnya mulai terantuk-antuk menyusuri jalan bebatuan antara dua bukit karang. Kami bergerak pelan sepanjang jalan 2 kilometer yang sempit, berkelok-kelok agak terjal. Sekejap adrenalin berdesir ketika melewati tikungan dengan karang besar menjorok di atas kepala.Lepas dari perjalanan mendebarkan, sebuah pemandangan cantik pun terbentang depan mata. Hamparan wisata pantai pasir putih dengan ombak biru menghempas seolah menjadi penawar lelah setelah menyusuri jalan sempit bebatuan tadi.
wisata-jogja
Gambar 1.2 pantai pok tunggal
Terlihat beberapa remaja asyik bermain ombak pantai sambil sesekali bergaya depan kamera. Sebatang pohon Duras tumbuh rindang bibir Wisata Jogja pantai bagus menjadi ikon wisata pantai. Pohon yang konon sulit tumbuh ini sangat dijaga keberadaannya oleh penduduk setempat, jadi jangan heran bila ada teguran jika memanjat pohon tersebut.Namun pesona sesungguhnya dari Wisata Jogja Pok Tunggal adalah barisan tebing karang berdiri gagah bagaikan benteng melindungi wisata pantai dari dunia luar.

Tebing-tebing tegak lurus seperti dinding karang setinggi 50-an meter ini sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai arena olahraga panjat tebing. Tentu saja butuh nyali keterampilan luar biasa untuk memanjat tebing ini karena hingga kini belum ada jalur pemanjatan (Sept 2012). Semoga tak lama lagi ada pemanjat menaklukkan tebing ini dan membuka jalurnya.Tebing-tebing karang Wisata Jogja pantai masih terdapat primata liar. Ketika wisatawan berkunjung, terlihat kawanan monyet liar melompat dari balik tebing di sebelah timur.
wisata-jogja
Gambar 1.2 pantai pok tunggal
Anehnya wisata pantai juga terdapat mata air tawar, kemungkinan besar berasal dari aliran sungai bawah tanah khas daerah karst. Sumber air itulah memenuhi kebutuhan warung-warung makan dan kamar mandi umum hasil swadaya masyarakat setempat.Menikmati keindahan Wisata Jogja Pantai Pok Tunggal takkan lengkap bila tidak meluangkan waktu sejenak untuk menunggu matahari tenggelam balik cakrawala.

Tadi sore kami bahkan bertemu dengan rombongan bule yang menggendong ransel besar, sepertinya mereka akan berkemah wisata pantai ini. Asyik juga bermalam di tenda sambil menikmati hembusan angin Wisata Jogja  pantai serta deburan ombak setelah menikmati lembayung senja. Bila tidak membawa tenda, kita bisa menyewa tenda dome pada penduduk setempat. Namun bila memutuskan untuk pulang malam, Anda harus ekstra hati-hati.
wisata-jogja
Gambar 1.4 pantai pok tunggal
Jalan sempit dan berbatu itu sekali lagi menantang nyali karena belum dilengkapi lampu penerang sama sekali.Pesona Wisata Jogja Pantai Pok Tunggal dengan hamparan pasir putih dikelilingi oleh dinding perbukitan merupakan lokasi yang asyik untuk dieksplorasi. Wisata Jogja Pantai Pok Tunggal terletak antara Wisata Jogja Pantai Indrayanti dan Pantai Siung ini semakin mengukuhkan Gunungkidul sebagai gudangnya wisata pantai-pantai cantik berpasir putih yang masih alami.
Read More
PANTAI PARANGKUSUMO

PANTAI PARANGKUSUMO

wisata-jogja
Gambar 1.1 pantai parangkusumo
Wisata Jogja Pantai Cinta di Yogyakarta. Wisata Jogja Pantai Parangkusumo mengajak anda merasakan pengalaman spiritual tak terlupakan, melawati Batu Cinta sekaligus mengenang pertemuan Panembahan Senopati dengan Ratu Kidul.

Jam Buka Pantai Parangkusumo
Senin - Minggu: buka 24 jam

Nuansa sakral akan segera terasa sesaat setelah memasuki kompleks Wisata Jogja Pantai Parangkusumo, wisata pantai terletak 30 km dari pusat kota Yogyakarta diyakini sebagai pintu gerbang masuk ke istana laut selatan. Wangi kembang setaman akan segera tercium ketika melewati deretan penjual bunga mudah dijumpai, berpaduan wangi kemenyan dibakar sebagai salah satu bahan sesajen. Sebuah nuansa jarang ditemui di Wisata Jogja pantai lain.
wisata-jogja
Gambar 1.2 pantai parangkusumo
Kesakralan semakin terasa ketika anda melihat taburan kembang setaman serangkaian sesajen Batu Cinta terletak di dalam Puri Cepuri, tempat Panembahan senopati bertemu dengan Ratu Kidul dan membuat perjanjian. Senopati kala itu duduk bertapa batu berukuran lebih besar sebelah utara sementara Ratu Kidul menghampiri duduk di batu lebih kecil di sebelah selatan.

Pertemuan Senopati dengan Ratu Kidul itu mempunyai rangkaian cerita nan unik sangat berpengaruh terhadap hubungan Kraton Yogyakarta dengan Kraton Bale Sokodhomas dikuasai Ratu Kidul. Semuanya bermula ketika Senopati melakukan tapa ngeli untuk menyempurnakan kesaktian. Sampai di saat tertentu pertapaan, tiba-tiba di Wisata Jogja pantai terjadi badai, pohon-pohon di tepian tercabut akarnya, air laut mendidih dan ikan-ikan terlempar ke daratan.
wisata-jogja
Gambar 1.3 pantai parangkusumo
Kejadian itu membuat Ratu Kidul menampakkan diri ke permukaan lautan, menemui Senopati akhirnya jatuh cinta. Senopati mengungkapkan keinginannya agar dapat memerintah Mataram memohon bantuan Ratu Kidul. Sang Ratu akhirnya menyanggupi permintaan itu dengan syarat Senopati dan seluruh keturunannya mau menjadi suami Ratu Kidul. Senopati akhirnya setuju dengan syarat perkawinan itu tidak menghasilkan anak.

Perjanjian itu membuat Kraton Yogyakarta sebagai salah satu pecahan Mataram memiliki hubungan erat dengan istana laut selatan. Buktinya adalah dilaksanakannya upacara labuhan alit setiap tahun sebagai bentuk persembahan. Salah satu bagian dari prosesi labuhan, yaitu penguburan potongan kuku dan rambut serta pakaian Sultan berlangsung dalam areal Puri Cepuri.

Tapa Senopati membuahkan hasil juga membuat banyak orang percaya bahwa segala jenis permintaan akan terkabul bila mau memanjatkan permohonan di dekat Batu Cinta. Tak heran, ratusan orang tak terbatas kelas dan agama kerap mendatangi kompleks ini pada hari-hari dianggap sakral. Ziarah ke Batu Cinta diyakini juga dapat membantu melepaskan beban berat ada pada diri seseorang menumbuhkan kembali semangat hidup.
wisata-jogja
Gambar 1.4 pantai parangkusumo
Selain melawati Batu Cinta dan melihat prosesi labuhan, anda juga bisa berkeliling Wisata Jogja pantai dengan naik kereta kuda. Anda akan diantar menuju setiap sudut Parangkusumo, dari sisi timur ke barat. Sambil naik kereta kuda, anda dapat menikmati pemandangan hempasan ombak besar dan desau angin semilir.

Bila lelah, Wisata Jogja Parangkusumo memiliki sejumlah warung menjajakan makanan. Banyaknya jumlah peziarah membuat wilayah Wisata Jogja pantai hampir selalu ramai dikunjungi, bahkan hingga malam hari. Cukup banyak pula para peziarah menginap Wisata Jogja pantai untuk memanjatkan doa. Bagi anda ingin merasakan pengalaman spiritual Wisata Jogja Parangkusumo bisa bergabung dengan para peziarah itu untuk bersama berdoa.
Read More
PANTAI NGRENEHAN

PANTAI NGRENEHAN

wisata-jogja
Gambar 1.1 pantai ngrenehan
Wisata Jogja Pantai Ngrenehan para wisatawan dapat menyaksikan aktivitas kegiatan nelayan dan menikmati ikan siap saji atau membawa ikan segar sebagai oleh-oleh.

Jam Buka Pantai Ngrenehan
Senin - Minggu: buka 24 jam

Terletak di desa Kanigoro Kecamatan Saptosari kurang lebih 30 km sebelah selatan kota Wonosari. Suatu Wisata Jogja pantai berupa teluk yang dikelilingi hamparan perbukitan kapur dan memiliki panorama yang sangat memukau  wisatawan dengan deburan ombak menerpa pasir putih. Para wisatawan Wisata Jogja dapat menyaksikan aktivitas kegiatan nelayan dan menikmati ikan siap saji atau membawa ikan segar sebagai oleh-oleh.
wisata-jogja
Gambar 1.2 pantai ngrenehan
Masih dalam satu kawasan dengan Wisata Jogja Pantai Ngrenehan kurang lebih 1 km sebelah Barat terdapat Wisata Jogja Pantai Ngobaran dan Wisata Jogja Pantai Nguyahan. Setiap bulan purnama pada hari raya Nyepi di Wisata Jogja Pantai Ngobaran di laksanakan upacara Melasti.

Upacara Melasti adalah upacara pensucian diri untuk menyambut hari raya Nyepi oleh seluruh umat Hindu. Upacara Melasti digelar untuk menghanyutkan kotoran alam menggunakan air kehidupan. Upacara Melasti dilaksanakan di pinggir pantai dengan tujuan mensucikan diri dari segala perbuatan buruk pada masa lalu dan membuangnya ke laut. Dalam kepercayaan Hindu, sumber air seperti danau, dan laut dianggap sebagai air kehidupan (tirta amerta).
wisata-jogja
Gambar 1.3 pantai ngrenehan
Selain melakukan persembahyangan, upacara Melasti juga adalah pembersihan dan penyucian benda sakral milik pura (pralingga atau pratima Ida Bhatara dan segala perlengkapannya). Benda-benda tersebut diarak dan diusung mengelilingi desa. Hal ini dimaksudkan untuk menyucikan desa.Dalam upacara ini, masyarakat dibentuk berkelompok ke sumber-sumber air seperti danau dan laut.Satu kelompok berasal dari wilayah atau desa yang sama.
wisata-jogja
Gambar 1.4 pantai ngrenehan
Seluruh peserta Wisata Jogja pantai ini mengenakan baju putih. Para pemangku berkeliling dan memercikan air suci kepada seluruh warga yang datang serta perangkat-perangkat peribadatan dan menebarkan asap dupa sebagai wujud mensucian. Pelaksaaan upacara Melasti dilengkapi dengan berbagai sesajian sebagai simbol Trimurti, 3 dewa dalam Agama Hindu, yaitu Wisnu, Siwa, dan Brahma, serta Jumpana, singgasana Dewa Brahma.
Read More
PANTAI KRAKAL

PANTAI KRAKAL

wisata-jogja
Gambar 1.1 pantai krakal
Menyongsong Barrel di Wisata Jogja Pantai Krakal. Deretan wisata pantai-pantai indah laut selatan di Gunungkidul menyembunyikan beberapa spot surfing yang menantang, salah satunya adalah Wisata Jogja Pantai Krakal.

Jam Buka Pantai Krakal
Senin - Minggu: buka 24 jam

Wisata Jogja Pantai Krakal sudah lama kondang sebagai salah satu wisata pantai di ujung selatan Jogja memiliki keindahan luar biasa. Garis pantainya landai dan ditaburi pasir putih dengan hempasan ombak yang jernih. Batu karang menghiasi sebagian besar bibir wisata pantai, menjadi rumah bagi ikan-ikan karang berwarna-warni.
wisata-jogja
Gambar 1.2 pantai krakal
Ikan damselfish kuning dengan aksen biru di punggungnya, ikan kepe-kepe (butterflyfish) bergaris-garis biru tua dan biru muda, serta sekelompok ikan kecil berwarna biru terang berenang antara bebatuan. Kaki-kaki bintang laut hitam menjulur keluar dari balik batu tempat persembunyian mereka. Bosan bermain di pinggir pantai? Cobalah berjalan mengarungi lepas Wisata Jogja pantainya.

Sederet batu karang menyembul ke permukaan dan berbaris memanjang seolah membentuk sebuah jalan setapak lautan. Jangan lupa untuk mengenakan alas kaki mengingat tajamnya batu-batu karang ini. Beberapa nelayan melintas, mencari tempat strategis untuk melempar joran pancing. Asyik menyelam laut dangkal untuk mencari umbal, sejenis hewan laut kecil yang hidup menempel pada batu. Oleh penduduk setempat, umbal ini kemudian diolah menjadi rempeyek yang gurih.
wisata-jogja
Gambar 1.3 pantai krakal
Selain memiliki kecantikan nan eksotik, wisata Krakal ternyata menyembunyikan ombak cocok untuk bermain selancar. Surfer harus berjalan menuju ke deretan batu karang lepas Wisata Jogja pantai untuk kemudian menyongsong ombak bertipe reef break yang cukup menantang. Dasar lautnya didominasi oleh karang sehingga surfer harus ekstra hati-hati.
wisata-jogja
Gambar 1.4 pantai krakal
Dry season antara bulan Maret dan September adalah waktu terbaik untuk menunggu barrel di wisata Krakal. Meski terletak sekitar 2 jam perjalanan mobil dari Jogja, akses jalan menuju Wisata Jogja Pantai Krakal terbilang cukup bagus dan rata. Deretan warung makan dan beberapa hotel juga dapat dengan cukup mudah ditemui sekitar.

Wisata Jogja pantai, sehingga memudahkan Anda ingin menginap sambil menunggu ombak terbaik untuk berselancar. Namun, surfing bukanlah jenis olahraga cukup populer kalangan penduduk setempat. Anda harus membawa papan surfing sendiri karena belum ada tempat persewaan surfboard di sini.
Read More
PANTAI GLAGAH

PANTAI GLAGAH

wisata-jogja
Gambar 1.1 pantai glagah
Ketika Ombak Garang Berpadu dengan Laguna yang Tenang. Wisata Jogja pantai paling terkenal di Kulon Progo ini kita bisa memancing, bersepeda, menaiki cano di laguna, bermotorcross ria, hingga sekedar duduk santai menikmati tetrapod berjuang memecah ombak sambil menunggu sunset tiba.

Jam Buka Pantai Glagah
Senin - Minggu: buka 24 jam

Pemecah ombak dan laguna, dua kata itu langsung terlintas ketika mendengar nama Wisata Jogja Pantai Glagah. Keduanya seperti menunjukkan dua sisi berbeda dari pantai berpasir hitam ini. Ratusan tetrapod berjajar sisi barat tanpa ampun memecah ombak Laut Selatan terkenal garang.
wisata-jogja
Gambar 1.2 pantai glagah
Ketika bulan baru dan ombak pantai menggulung-gulung, kita dapat melihat bagaimana ombak pecah, buihnya menghambur ke daratan. Sementara itu, laguna tenang nan luas dekatnya nampak begitu bersahabat bagi anak-anak kecil ingin bermain air. Ada kapal-kapal wisata tampak terparkir rapi di pinggir laguna, begitu pula dengan perahu bebek warna-warni menunggu untuk ditumpangi.

Bagi para pecinta olahraga silahkan bersepeda menyusuri wisata pantai, naik ATV ataupun menaklukkan medan berpasir dengan motorcross. Laguna yang tenang juga asik digunakan untuk mengayuh dayung kano. Jika khawatir melepas anak-anak bermain air wisata pantai, ada kolam renang kecil bagi mereka sehingga bisa tetap berenang dengan aman.

Selain itu, Wisata Jogja Pantai Glagah juga menjadi surga bagi para pemancing. Memancing dengan teknik casting atas tetrapod tentu menjadi pengalaman tersendiri. Beberapa jenis ikan seperti Surung, Caru (baby GT), Talang, Pethek (Mlawis), Garon, Layur dan lain-lain.
wisata-jogja
Gambar 1.3 pantai glagah
Saat matahari sedang terik, menikmati buah semangka atau melon segar dijual jalan menuju wisata pantai langsung dari petani lokal tentu sangat menggiurkan. Nimatilah buah-buahan itu sambil duduk di lincak-lincak diteduhi oleh pepohonan cemara udang sepanjang bibir laguna. Jika lapar datang, beberapa warung menjual aneka olahan ikan di sekitar wisata pantai glagah dapat memadamkan rasa lapar seketika.
wisata-jogja
Gambar 1.4 pantai glagah
Setelah seharian bermain di Wisata Jogja pantai Glagah, jangan terburu-buru untuk pergi. Tunggu hingga matahari pulang ke peraduannya. Duduk dan menghadaplah ke barat di pinggir jalan dekat barisan pemecah ombak, nikmati cahaya emas memantul sempurna dari permukaan laut dan menyusup melewati celah tetrapod. Dengarkan debur ombak yang pecah, lihatlah langit semakin jingga dan rasakan laguna semakin tenang. Mereka akan menutup hari dengan begitu manis dan romantis.
Read More
PANTAI BARU

PANTAI BARU

wisata-jogja
Gambar 1.1 pantai baru
Tempat Piknik Asyik dengan Kincir Angin yang Unik. Kerindangan pohon cemara udang membuat Wisata Jogja pantai ini cocok sebagai tempat piknik keluarga. Pemandangannya pun jadi makin unik dengan kehadiran puluhan kincir angin menjadi penghasil listrik utama di wisata pantai ini.

Jam Buka Pantai Baru
Senin - Minggu: buka 24 jam

Angin semilir menerpa wajah kami ketika wisatawan menyusuri Jalan Jalur Lintas Selatan, Bantul, Yogyakarta. Tidak ada kendaraan melintas, hanya pemandangan gumuk pasir luas dan tertutup barisan semak kecoklatan. Beberapa tiang besar terlihat mencolok ujung horizon, berdiri tegak dengan baling-baling berputar ke ujungnya. Ketika mendekat, jumlah kincir angin kami lihat pun semakin banyak, terdiri atas berbagai ukuran beranekaragam.

Kincir-kincir besar terlihat menjulang puluhan meter, ditemani oleh kincir angin kecil menempel tiang lampu jalanan. Inilah pemandangan unik menyambut kami ketika berkunjung ke Wisata Jogja Pantai Baru, sebuah tempat wisata ramah lingkungan di selatan Yogyakarta. Wisata Jogja Pantai Baru memang tidak terlalu terkenal jika dibandingkan dengan Parangtritis atau Krakal, namun keunikannya layak untuk diperbincangkan.
wisata-jogja
Gambar 1.2 pantai baru
Wilayahnya berbatasan langsung dengan wisata jogja Pantai Pandansimo dan Pantai Kuwaru, hanya beberapa ratus meter dari Muara Sungai Progo. Wisata Pantai ini disebut pantai "baru" karena baru diresmikan sebagai objek wisata pada bulan Mei 2010, sangat "terlambat" dibandingkan wisata pantai lain ada sekitarnya. Salah satu keunikan wisata pantai ini adalah adanya Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH) dekat pintu masuknya, terlihat puluhan kincir angin berdiri tegak antara kebun dan semak-semak.

Setelah beristirahat sejenak dari perjalanan, wisatawan pun memutuskan untuk berkeliling mencari hal-hal menarik ada wisata pantai ini. Kawasan Wisata Jogja  pantai terasa cukup sepi sore itu, dengan hanya beberapa orang sibuk berfoto ria antara pohon cemara udang nan teduh. Semburat biru terlihat antara batang-batang pohon kehijauan, menunjukkan keindahan laut selatan dengan ombaknya tak pernah tenang. Terkadang, terdengar suara motor ATV berjalan kencang di atas pasir pantai hitam, berpadu dengan suara ombak dari laut lepas.

Teduhan pohon cemara udang membuat matahari siang tidak terlalu terik. Udara sekitar wisata pantai justru terasa sejuk seperti berada di hutan, tanpa ada rasa gerah sering kita rasakan wisata pantai-pantai lain. Hal ini membuat Wisata Jogja Pantai Baru cocok dikunjungi untuk bersantai bersama keluarga, terbukti dari beberapa rombongan sedang asyik berpiknik ke pesisir Wisata Jogja Pantai Baru. Sambil tiduran tikar atau hammock, kita bisa menikmati suasana wisata pantai nan sejuk. Ngobrol bersama kawan pun terasa asyik ditemani es kelapa muda banyak dijual sekitar kawasan wisata pantai.
wisata-jogja
Gambar 1.3 pantai baru
Jika bosan, kita juga bisa mengendarai motor ATV sambil menjajal trek berpasir naik-turun sekitar hutan wisata pantai. Puas melihat-lihat daerah wisata pantai nan sepi, kami pun kembali dibuat penasaran dengan kehadiran beberapa kincir angin ada sepanjang jalan menuju Wisata Jogja Pantai Baru. Ada puluhan menara kincir angin berdiri tegak antara kebun palawija. Ukurannya memang tidak sebesar kincir angin di Eropa bisa mencapai tinggi ratusan meter, namun kehadirannya sudah cukup menyita perhatian.

Tiangnya terbuat dari besi disusun seperti menara seluler, dengan baling-baling besar ujungnya. Baling-baling ini memiliki struktur khusus yang bisa bergerak bebas secara horizontal. Sebuah sirip bagian belakang menjadi pengendali utama pergerakan struktur ini, sehingga baling-baling tersebut bisa bergerak tepat ke arah datang angin untuk memaksimalkan tenaga kinetik yang ditangkap.

Rupanya kincir tersebut merupakan hasil bantuan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) pada tahun 2010. Bantuan ini merupakan bagian dari program uji coba pembangkit listrik tenaga alternatif untuk mencukupi kebutuhan energi kawasan Wisata Jogja Pantai Baru. Selain menggunakan tenaga angin, rupanya pembangkit listrik ini juga menggunakan tenaga matahari dan biogas dari kotoran sapi milik warga.

Secara keseluruhan, sistem pembangkit listrik disebut Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH) ini mampu menghasilkan energi cukup untuk menghidupi berbagai kebutuhan masyarakat sekitar Wisata Jogja pantai baru, mulai dari kebutuhan listrik kios-kios makanan laut hingga menjalankan mesin pembuat es bagi para nelayan baru bersandar.
wisata-jogja
Gambar 1.4 pantai baru
Selain sebagai pembangkit listrik, kehadiran kincir angin ini juga menarik perhatian para wisatawan. Bentuknya nan unik sering dijadikan objek foto para pengunjung datang, baik sekedar memotret dari jauh hingga selfie di depan menara. Sayangnya, posisi kincir angin ada di tengah kebun dan semak-semak sedikit menyulitkan kita untuk berfoto lebih dekat. Selain itu, beberapa kincir angin juga terlihat mulai rusak, mulai dari sekedar berkarat hingga kehilangan baling-baling. Tapi hal ini tetap tidak menghilangkan niat para wisatawan untuk mengabadikan pemandangan unik ala Eropa tersebut.

Setelah beberapa jam berkeliling dan menikmati suasana pesisir laut selatan yang sejuk, kami pun memutuskan untuk pulang. Cahaya mentari temaram mulai menghilang ufuk barat, menyajikan pemandangan siluet kincir angin sayang untuk dilewatkan. Kami pun kembali menyusuri Jalan Jalur Lintas Selatan panjang dan sepi, namun kali ini kami ditemani cahaya lampu jalan yang dengan kincir-kincir kecil di atasnya. Sungguh pemandangan yang menawan.
Read More
PANTAI SUNDAK

PANTAI SUNDAK

wisata-jogja
Gambar 1.1 pantai sundak
Perkelahian Asu dan Landak yang Menuai Berkah. Bukan cuma ombak saja yang bisa dinikmati ketika ke Wisata Jogja pantai ini, tetapi juga bukti sejarah dan berkah yang ada misalnya gua karang menjadi tempat perkelahian asu (anjing) dan landak.

Jam Buka Pantai Sundak
Senin - Minggu: buka 24 jam

Wisata Jogja Pantai Sundak tak hanya memiliki pemandangan alam nan mengasyikkan, tetapi juga menyimpan cerita. Nama Sundak ternyata mengalami evolusi yang bukti-buktinya bisa dilacak secara geologis.

Agar tahu bagaimana evolusinya, maka pengunjung mesti tahu dulu kondisi pinggiran Wisata Jogja Pantai Sundak dulu. Bagian pinggir barat pantai ketika wisatawan berkunjung terdapat masjid, ruang kosong sekarang dimanfaatkan sebagai tempat parkir. Sementara sebelah timur terdapat gua ini terbentuk dari batu karang berketinggian kurang lebih 12 meter. Memasuki gua, akan dijumpai sumur alami tempat penduduk mendapatkan air tawar.

Wilayah ini diuraikan di atas sebelum tahun 1930 masih terendam lautan. Konon, air sampai ke wilayah kini dibangun masjid, batu karang membentuk gua pun masih terendam air. Seiring proses geologi wisata pantai selatan, permukaan laut menyusut dan air lebih menjorok ke laut. Batu karang dan wilayah dekat masjid akhirnya menjadi daratan baru kemudian dimanfaatkan penduduk pantai untuk aktivitas ekonominya hingga saat ini.
wisata-jogja
Gambar 1.2 pantai sundak
Ada fenomena alam unik akibat aktivitas tersebut akhirnya menjadi titik tolak penamaan Wisata Jogja pantai ini. Jika musim hujan tiba, banyak air dari daratan dapat mengalir menuju lautan. Akibatnya, dataran sebelah timur pantai membelah sehingga membentuk bentukan seperti sungai. Air mengalir seperti mbedah (membelah) pasir. Bila kemarau datang, belahan itu menghilang, seiring dengannya air laut datang membawa pasir. Fenomena alam inilah menyebabkan nama pantai menjadi Wedibedah (pasir yang terbelah). Saat wisatawan datang wedi tengah tidak terbelah.

Perubahan nama berlangsung beberapa puluh tahun kemudian. Sekitar tahun 1976, ada sebuah kejadian menarik. Suatu siang, seekor anjing sedang berlarian di daerah wisata pantai memasuki gua karang bertemu dengan seekor landak laut. Karena lapar, si anjing bermaksud memakan landak laut itu tetapi si landak menghindar. Terjadilah sebuah perkelahian ini akhirnya dimenangkan si anjing dengan berhasil memakan setengah tubuh landak laut keluar gua dengan rasa bangga. Perbuatan si anjing diketahui pemiliknya, bernama Arjasangku, melihat setengah tubuh landak laut mulut anjing. Mengecek ke dalam gua, ternyata pemilik menemukan setengah tubuh landak laut yang tersisa.
wisata-jogja
Gambar 1.3 pantai sundak
Nah, sejak itu, nama Wedibedah berubah menjadi Sundak, singkatan dari asu (anjing) dan landak. Tak dinyana, perkelahian itu membawa berkah bagi penduduk setempat. Setelah selama puluhan tahun kekurangan air, akhirnya penduduk menemukan mata air. Awalnya, si pemilik anjing heran karena anjingnya keluar gua dengan basah kuyup. Hipotesanya, di gua tersebut terdapat air dan anjingnya sempat tercebur ketika mengejar landak.

Setelah mencoba menyelidiki dengan beberapa warga, ternyata perkiraan tersebut benar. Jadilah kini, air dalam gua dimanfaatkan untuk keperluan hidup penduduk. Dari dalam gua, kini dipasang pipa untuk menghubungkan dengan penduduk. Temuan mata air ini mengobati kekecewaan penduduk karena sumur dibangun sebelumnya tergenang air laut.

Nah, bila kondisi tahun 1930 saja seperti yang dikatakan di atas, dapat diperkirakan kondisi ratusan tahun sebelumnya. Tentu sangat banyak organisme laut memanfaatkan bagian bawah karang kini menjadi gua kini wilayah menjadi daratan. Karenanya, banyak arkeolog percaya bahwa sebagai konsekuensi dari proses geologis yang ada, banyak organisme laut tertinggal kini tertimbun menjadi fosil. Soal fosil apa yang ditemukan, memang hingga kini belum banyak penelitian yang mengungkapkan.
wisata-jogja
Gambar 1.4 pantai sundak
Selain menawarkan saksi bisu sejarahnya, Wisata Jogja Sundak juga menawarkan suasana malam sangat menyenangkan. Anda bisa menikmati angin malam dan bulan sambil memesan ikan mentah untuk dibakar beramai-ramai bersama teman. Dengan membayar beberapa ribu, Anda dapat membeli kayu untuk bahan bakar. Kalau malas, pesan saja matang sehingga siap santap. Tak perlu bingung mencari tempat menginap. Pengunjung bisa tidur di mana saja, mendirikan tenda, atau tidur saja di bangku warung kalau malam tak terpakai. Kegelapan tak perlu diributkan, bukankah membosankan jika hidup terus terang benderang?

Kalau mau, berinteraksi dengan penduduk bisa menjadi suatu pencerahan. Anda bisa mengetahui bagaimana penduduk hidup, kebudayaan mereka, tentu saja orang baru mungkin saja mampu mengubah pandangan hidup anda. Menemui Mbah Tugiman biasanya berjaga di tempat parkir atau Mbah Arjasangku bisa jadi pilihan. Mereka merupakan salah satu sesepuh di Wisata Jogja pantai Sundak. Bercakap dengan mereka membuat anda tidak sekedar menyaksikan bukti sejarah tetapi juga mendapat cerita dari orang yang menyaksikan bagaimana sejarah terukir. Datanglah, semua di sana sudah menunggu!
Read More
PANTAI SIUNG

PANTAI SIUNG

wisata-jogja
Gambar 1.1 pantai siung
Memiliki 250 Jalur Panjat Tebing. Wisata Jogja Pantai Siung kaya akan karang-karang raksasa. Tebing karangnya memiliki 250 jalur pemanjatan, juga tempat tepat untuk menikmati panorama wisata pantai siung. Ada pula karang menyerupai siung wanara menjadi dasar penamaan wisata pantai siung.

Jam Buka Pantai Siung
Senin - Minggu: buka 24 jam

Wisata Jogja Pantai Siung terletak di Kabupaten Gunung Kidul, tepatnya sebelah selatan kecamatan Tepus. Jaraknya sekitar 70 km dari pusat kota Yogyakarta, atau sekitar 2 jam perjalanan. Menjangkau wisata pantai siung ini dengan sepeda motor atau mobil menjadi pilihan banyak orang, sebab memang sulit menemukan angkutan umum. Colt atau bis dari kota Wonosari biasanya hanya sampai ke wilayah Tepus, itupun mesti menunggu berjam-jam.

Stamina prima dan performa kendaraan baik adalah modal utama untuk bisa menjangkau wisata pantai siung. Maklum, banyak tantangan mesti ditaklukkan, mulai dari tanjakan, tikungan tajam kadang disertai turunan hingga panas terik menerpa kulit saat melalui jalan dikelilingi perbukitan kapur dan ladang-ladang palawija. Semuanya menghadang sejak di Pathuk (kecamatan pertama di Gunung Kidul yang dijumpai) hingga pantainya.
wisata-jogja
Gambar 1.2 pantai siung
Seolah tak ada pilihan untuk lari dari tantangan itu. Jalur Yogyakarta - Wonosari berlanjut ke Jalur Wonosari - Baron, Baron - Tepus adalah jalur paling mudah diakses, jalan telah diaspal mulus dan sempurna. Jalur lain melalui Yogyakarta - Imogiri - Gunung Kidul memiliki tantangan lebih berat karena banyak jalan berlubang, sementara jalur Wonogiri - Gunung Kidul terlalu jauh bila ditempuh dari kota Yogyakarta.

Seperti sebuah ungkapan, "bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian", begitulah kiranya perjalanan ke Wisata Jogja Pantai Siung. Kesenangan, kelegaan dan kedamaian baru bisa dirasakan ketika telah sampai wisata jogja pantai siung. Birunya laut putihnya pasir terjaga kebersihannya akan mengobati raga nan lelah.Tersedia sejumlah rumah-rumah kayu wisata jogja pantai siung, tempat untuk bersandar bercengkrama sambil menikmati indahnya pemandangan.

Satu pesona menonjol dari Wisata Jogja Pantai Siung adalah batu karangnya. Karang-karang berukuran raksasa sebelah barat dan timur pantai siung memiliki peran penting, tak cuma menjadi penambah keindahan dan pembatas dengan pantai lain. Karang itu juga menjadi dasar penamaan pantai siung, saksi kejayaan wilayah wisata jogja pantai siung masa lampau dan pesona yang membuat pantai ini semakin dikenal, setidaknya di wilayah Asia.

Batu karang menjadi dasar penamaan pantai ini berlokasi agak menjorok ke lautan. Nama pantai diambil dari bentuk batu karang menurut Wastoyo, seorang sesepuh setempat, menyerupai gigi kera atau Siung Wanara. Hingga kini, batu karang ini masih bisa dinikmati keindahannya, berpadu dengan ombak besar kadang menerpanya, hingga celah-celahnya disusuri oleh air laut yang mengalir perlahan, menyajikan sebuah pemandangan dramatis.
wisata-jogja
Gambar 1.3 pantai siung
Karang gigi kera hingga kini masih tahan dari gerusan ombak lautan ini turut menjadi saksi kejayaan wilayah Siung masa lalu. Menurut cerita Wastoyo, wilayah wisata Siung pada masa para wali menjadi salah satu pusat perdagangan daerah wilayah Gunung Kidul. Tak jauh dari pantai siung, tepatnya di wilayah Winangun, berdiri sebuah pasar. Di tempat ini pula, berdiam Nyai Kami, Nyai Podi, istri abdi dalem Kraton Yogyakarta dan Surakarta.

Sebagian besar warga Siung saat itu berprofesi sebagai petani garam. Mereka mengandalkan air laut kekayaan garamnya sebagai sumber penghidupan. Garam dihasilkan oleh warga Siung saat itu menjadi barang dagangan utama di pasar Winangun. Meski kaya beragam jenis ikan, tak banyak warga yang berani melaut saat itu. Umumnya, mereka hanya mencari ikan di tepian.

Keadaan berangsur sepi ketika pasar Winangun, menurut penuturan Wastoyo, diboyong ke Yogyakarta. Pasar pindahan dari Winangun ini konon di Yogyakarta dinamai Jowinangun, singkatan dari Jobo Winangun atau di luar wilayah Winganun. Warga setempat kehilangan mata pencaharian dan tak banyak lagi orang datang ke wilayah ini. Tidak jelas usaha apa yang ditempuh penduduk setempat untuk bertahan hidup.

Di tengah masa sepi itulah, keindahan batu karang Wisata Jogja Pantai Siung kembali berperan. Sekitar tahun 1989, grup pecinta alam dari Jepang memanfaatkan tebing-tebing karang berada di sebelah barat pantai sebagai arena panjat tebing. Kemudian, pada dekade 90-an, berlangsung kompetisi Asian Climbing Gathering kembali memanfaatkan tebing karang Wisata Jogja Pantai Siung sebagai arena perlombaan. Sejak itulah, popularitas Wisata Jogja Pantai Siung mulai pulih lagi.

Kini, sebanyak 250 jalur pemanjatan terdapat di Wisata Jogja Pantai Siung, memfasilitasi penggemar olah raga panjat tebing. Jalur itu kemungkinan masih bisa ditambah, melihat adanya aturan untuk dapat meneruskan jalur ada dengan seijin pembuat jalur sebelumnya. Banyak pihak telah memanfaatkan jalur pemanjatan di wisata pantai ini, seperti sekelompok mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta tengah bersiap melakukan panjat tebing ketika wisatawan mengunjungi wisata pantai ini.

Fasilitas lain juga mendukung kegiatan panjat tebing adalah ground camp berada di sebelah timur pantai. Ground camp ini, tenda-tenda bisa didirikan dan acara api unggun bisa digelar untuk melewatkan malam. Syarat menggunakannya hanya satu, tidak merusak lingkungan mengganggu habitat penyu, seperti tertulis dalam sebuah papan peringatan yang terdapat di ground camp yang juga bisa digunakan bagi yang sekedar ingin bermalam.
wisata-jogja
Gambar 1.4 pantai siung
Tak jauh dari ground camp, terdapat sebuah rumah panggung kayu bisa dimanfaatkan sebagai base camp, sebuah pilihan selain mendirikan tenda. Ukuran base camp cukup besar, cukup untuk 10 - 15 orang. Bentuk rumah panggung membuat mata semakin leluasa menikmati keeksotikan pantai. Cukup dengan berbicara pada warga setempat, mungkin dengan disertai beberapa rupiah, base camp ini sudah bisa digunakan untuk bermalam.

Saat malam atau kala sepi pengunjung, sekelompok kera ekor panjang akan turun dari puncak tebing karang menuju pantai. Kera ekor panjang yang kini makin langka masih banyak dijumpai di pantai ini. Keberadaan kera ekor panjang ini mungkin juga menjadi salah satu alasan mengapa batu karang yang menjadi dasar penamaan dipadankan bentuknya dengan gigi kera, bukan jenis hewan lainnya.

Wastoyo mengungkapkan, berdasarkan penuturan para winasih (orang-orang yang mampu membaca masa depan), Wisata Jogja Pantai Siung akan rejomulyo atau kembali kejayaannya dalam waktu yang tak lama lagi. Semakin banyaknya pengunjung dan popularitasnya sebagai arena panjat tebing menjadi salah satu pertanda bahwa pantai ini sedang menuju kejayaan. Kunjungan wisatawan, termasuk anda, tentu akan semakin mempercepat teraihnya kejayaan itu.
Read More
PANTAI SEPANJANG

PANTAI SEPANJANG

wisata-jogja
Gambar 1.1 pantai sepanjang
Si Pantai Kuta Tempo Doeloe. Tak harus mahal-mahal ke wisata Pantai Kuta di Bali kalau hanya ingin berjemur. Wisata Jogja Pantai Sepanjang saja sudah bisa berjemur namun dengan suasana yang lebih asri.

Jam Buka Pantai Sepanjang
Senin - Minggu: buka 24 jam

Bila ingin bernostalgia menikmati nuansa wisata Pantai Kuta tempo doeloe, Wisata Jogja Pantai Sepanjang adalah tempat nan tepat. Wisata Jogja Pantai Sepanjang memiliki garis pantai yang panjang, pasir berwarna putih masih terjaga, ombak yang sedang. Anda tinggal memilih, ingin berjemur di atas pasir menikmati terik matahari, membelah ombak dengan papan selancar, ataupun hanya melihat keindahan pantai.
wisata-jogja
Gambar 1.2 pantai sepanjang
Semuanya bisa Anda nikmati begitu tiba wisata pantai sepanjang berjarak beberapa kilometer dari Pantai Sundak. Wisata Jogja Pantai Sepanjang merupakan salah satu wisata pantai ini baru dibuka. Nama "Sepanjang" diberikan karena ciri khas wisata pantai memiliki garis wisata pantai terpanjang antara semua wisata pantai di Kabupaten Gunung Kidul. Suasana wisata pantai ini sangat alami. Bibir wisata pantai ini dihiasi tumbuhan palem, gubug-gubug beratap daun kering.
Karang wilayah pasang surut pantai pun masih terawat. Hempasan ombak masih memantulkan warna biru menandai air laut belum banyak tercemar. Dengan suasana itu, tak salah bila pemerintah daerah maupun investor berencana menjadikan wisata pantai sebagai wisata Pantai Kuta kedua. Suasana alami itulah menjadikan Wisata Jogja Pantai Sepanjang lebih dari wisata Pantai Kuta. Sepanjang tidak menawarkan hal-hal klise seperti beach cafe dan cottage mewah, tetapi sebuah kedekatan dengan alam.

Buktinya, anda akan tetap bisa menggeledah karang-karang untuk menemukan berbagai jenis kerang-kerangan (Mollusca) bintang laut (Echinodermata). Anda juga tetap bisa menemukan limpet batuan sekitar wisata pantai mencerabut rumput laut tertanam. Tentu dengan berhati-hati agar tertancap duri landak laut. Jelas kan, Anda akan menemuinya di wisata Pantai Kuta?
wisata-jogja
Gambar 1.3 pantai sepanjang
Kebudayaan masyarakat Wisata Jogja  pantai juga masih sangat kental. Ada bangunan permanen pinggir pantai, hanya beberapa gubug ditinggali oleh masyarakat setempat. Masih pinggir pantai, terdapat ladang digunakan penduduk untuk menanam kedelai. Wisata Jogja Pantai Sepanjang landai dan langsung diterpa ombak menyebabkan ada penduduk yang melaut.

Bila melihat ke belakang, akan tampak dua buah bukit bagian lerengnya digunakan penduduk setempat untuk menanam jagung sebagai sumber makanan pokok. Tanah puncak bukit tersebut telah dibeli oleh investor untuk dibangun sebuah villa harapannya bisa digunakan sebagai penginapan wisatawan.

Wisata Jogja Pantai Sepanjang juga memiliki situs bersejarah, yaitu Banyusepuh. "Banyu" berarti air "sepuh" berarti basuh atau membasuh. Sesuai namanya, tempat ini tadinya berupa mata air digunakan untuk membasuh atau memandikan. Penggunanya konon adalah para wali biasanya membasuh pusakanya. Situs ini akan diketahui keberadaannya bila bertanya ke penduduk setempat. Ketika wisatawan melihat, situs ini hanya tinggal kubangan kering ditumbuhi tanaman liar.

Capek berkeliling, maka istirahatlah. Gubug-gubug berada pinggir pantai biasanya digunakan penduduk untuk menjual makanan dan minuman sekiranya cukup untuk melepas lapar, dahaga. Disediakan pula lincak (tempat duduk yang disusun dari bambu) untuk tempat ngobrol dan menikmati semilirnya angin pantai. Wisatawan Wisata Jogja sempat merasakan betapa sejuknya berteduh bawah gubug. Kalau senja tiba, tengoklah ke barat untuk menyaksikan kepergian matahari. Walau kini belum ada villa, namun penduduk setempat cukup terbuka bila ada yang menginap.

Soal oleh-oleh jika pulang, pengunjung tak perlu berpusing-pusing mencari. Bukankah oleh-oleh harus selalu berbentuk makanan? Beberapa penduduk tinggal beberapa kilometer dari wisata pantai sudah membuat kerajinan tangan berbahan dasar cangkang kerang-kerangan kemudian dipasarkan oleh penduduk pantai. Meski sekomersil di Malaysia, kerajinan tangan dibuat oleh penduduk cukup bervariasi. Ada kreasi berbentuk kereta kencana, orang-orangan, barong, jepitan, ataupun hanya sekedar dikeringkan dan dipendam dalam pasir. Beberapa antaranya dilukis sederhana menggunakan cat.
wisata-jogja
Gambar 1.4 pantai sepanjang
Harga kerajinan yang murah tak berarti bernilai rendah. Kerajinan berbahan dasar Mollusca sebenarnya memiliki nilai historis nan besar. Jika pernah membaca buku ataupun artikel tentang Conchology, Anda akan mengetahui bahwa kerajinan tersebut adalah bentuk kebudayaan maha tinggi berkembang masyarakat pesisir. Orang-orang Hawaii di Amerika Serikat, Kepulauan Melanesia, atapun Maori di Selandia Baru mengembangkan kerajinan serupa. Mereka merangkai cangkang kerang-kerangan menjadi kalung, rok, ikat pinggang, hingga memahat dan melukisnya menjadi seni rupa maha dahsyat.

Apabila uang dompet sedang mepet, pengunjung dapat mengkoleksi cangkang ada pinggiran pantai. Benda kecil ini dapat menjadi hadiah menarik bila diproses lebih lanjut. Ambil beberapa buah cangkang masih utuh kemudian masukkan dalam kantong plastik. Sesampainya di rumah, belilah tembakau atau mint dan campurkan dengan alkohol 90%. Setelah direndam sehari semalam, ambil cangkang dan gosok perlahan. Langkah itu akan menghilangkan lapisan kapur pada cangkang sehingga tinggal hanya lapisan tengahnya saja (lapisan prismatik).

Gosokan akan membuat warna cangkang lebih cemerlang. Nah, sangat menarik bukan berwisata di tempat Sepanjang? Jadi, tunggu apa lagi? Anda tinggal melaju dengan sepeda motor atau menginjak pedal gas mobil Anda. Tak usah menggubris naik turunnya medan ataupun jalan bebatuan menuju wisata pantai ini sebab keindahan alam dan budaya akan dinikmati jauh lebih dari pengorbanan Anda. Percayalah, semua akan terbayar dan Anda pun akan berkata seperti salah seorang turis asal Belanda ditemui wisatawan, "Ini betul-betul si Kuta baru. Banyak wisata pantai di sini dan Bali sudah sangat turistik, tapi di sini pantai tenang. Sangat menyenangkan."
Read More
PANTAI NGUNGAP

PANTAI NGUNGAP

wisata-jogja
Gambar 1.1 pantai ngungap
Menyusuri Jejak Sang Penjelajah Junghuhn. Menikmati Wisata Jogja tebing curam tempat bertemunya Pulau Jawa dan Samudra Hindia, sambil menyusuri jejak langkah sang penjelajah legendaris Franz W. Junghuhn

Jam Buka Pantai Ngungap
Senin - Minggu: buka 24 jam

Bagi seorang petualang, sebuah wisata pantai tidak harus memiliki pasir lembut atau air jernih untuk berenang, cukup sebuah suasana yang mendekatkan diri pada sang alam. Hal ini mungkin dirasakan oleh Franz Wilhelm Junghuhn (seorang penjelajah kenamaan asal Jerman) terkagum-kagum ketika menapaki wisata jogja pantai Ngongap (atau Ngungap) wisata Gunungkidul, Yogyakarta pada tahun 1856 silam.

Setelah berjalan berminggu-minggu melewati belantara tanah Jawa masih liar, akhirnya Junghung mencapai pesisir selatan Jawa yang terkenal liar, penuh deburan ombak langsung dari Samudra Hindia. Wisata pantai karang yang terjal inilah Junghuhn memetakan pemikirannya tentang keindahan alam, kekayaan tradisi, serta kemakmuran tanah Jawa yang penuh nuansa spiritualisme. Junghuhn pun mengabadikannya dalam sebuah lukisan berjudul "Sudkuste bei Rongkop", sebuah mahakarya justru terlupakan oleh masyarakat Indonesia itu sendiri.
wisata-jogja
Gambar 1.2 pantai ngungap
Satu setengah abad kemudian, kami pun berusaha mencari tahu keberadaan Wisata Jogja  pantai membuat sang petualang jatuh hati. Cukup sulit menemukan pantai berkarang ini, apalagi tengah-tengah landscape Gunungkidul yang berliku dan penuh karang terjal. Nuansa petualangan terasa kuat ketika jalan aspal kami lalui tiba-tiba berubah menjadi jalan berbatu, membuat sang supir merasa kewalahan menapaki gundukan-gundukan tanah mengadu ban mobil kami.

Namun, semua kesulitan itu terbayar ketika kami sampai Pendopo tua tempat Junghuhn singgah 159 tahun lalu, tepat pinggir karang terjal dengan desiran ombak yang terus memanggil tanpa henti. Rasa takjub langsung terasa saat kami menyaksikan jejeran tebing karang seakan tidak berubah sejak tahun 1856, persis seperti dalam lukisan "Sudkuste bei Rongkop".
wisata-jogja
Gambar 1.3 pantai ngungap
Alur-alur karang terjal nan kuat bergelombang indah kanan dan kiri, dengan tegap menantang ombak raksasa dari Samudra Hindia. Wisata Jogja Pantai Ngongap, daratan seakan berhenti mendadak (sekitar 100 meter di atas permukaan laut) hanya untuk digantikan langsung oleh samudra biru nan dalam dengan ombaknya nan kejam, menggambarkan kekuatan sang alam itu sendiri.

Luar biasa! Persis seperti diceritakan oleh Junghuhn dalam buku-bukunya, daerah karang dan lautan sekitar Wisata Jogja Pantai Ngongap masih menjadi surga bagi para burung berliur emas. Goa-goa di bawah karang menjadi rumah yang sempurna bagi burung walet (Aedromus sp), terlindung dari gangguan predator berusaha mencuri sarang mereka. Pada waktu-waktu tertentu, masyarakat sekitar memanfaatkan lokasi ini untuk memanen sarang burung walet harganya bisa mencapai jutaan rupiah per kilogram, namun dengan resiko yang juga tinggi.

Peralatan digunakan untuk mencapai gua harta karun ini kurang lebih sama dengan masa Junghuhn, hanya menggunakan tangga tali tambang masih tergantung dengan erat sebuah pohon besar dekat pendopo. Hidup-mati para pendulang liur emas ini bergantung hanya pada seutas tali sederhana ini, beserta kemurahan hati sang alam mereka tantang.
wisata-jogja
Gambar 1.4 pantai ngungap
Selain burung walet, tebing-tebing karang ini juga menjadi lokasi bersarang beberapa satwa lain, seperti si burung cantik Buntut-sate Putih (Phaeton lepturus) mengundang rasa penasaran para fotografer satwa liar seantero negeri. Lautan di bawahnya pun kaya akan ikan-ikan besar, seperti Cakalang (Katsuwanus pelamis) menjadi target para pemancing dari berbagai daerah di tanah Jawa. Terkadang, berbagai macam hewan laut lain seperti penyu, lumba-lumba atau bahkan hiu bisa terlihat berenang ke permukaan air, cukup jelas untuk dilihat dari atas tebing sangat tinggi.
Menakjubkan!Dengan landscape luar biasa indah dan kekayaan alam yang sangat tinggi, kami pun tidak heran bagaimana wisata pantai tanpa pasir ini bisa memikat hati sang petualang. Barisan karang tajam dan deburan ombak kejam ternyata menyimpan harta karun berlimpah, terjaga dari tangan-tangan rakus agar bisa dinikmati oleh anak-cucu kita di masa depan.

Pada akhirnya, kami pun memahami perasaan sang Franz Wilhelm Junghuhn memutuskan untuk pindah selama-lamanya ke tanah Indonesia, tempat dulunya dianggap liar dan terasing, namun penuh dengan keindahan bagi sang petualang sejati.
Read More
PANTAI KESIRAT

PANTAI KESIRAT

wisata-jogja
Gambar 1.1 pantai kesirat
Cerita tentang Senja yang Memikat dan Ucapan Syukur yang Tersirat. Tak adanya pasir pantai bukan berarti Wisata Jogja Pantai Kesirat tak menarik untuk dikunjungi. Selain cerita tentang ucapan syukur yang tersirat dalam tradisi, lukisan senja di ufuk barat terlihat begitu memikat.

Jam Buka Pantai Kesirat
Senin - Minggu: buka 24 jam

Tak seperti deretan pantai-pantai berpasir putih wisata Gunungkidul lainnya, Wisata Jogja Pantai Kesirat mempesona dengan karakternya sebagai pantai bertipe tebing karang. Tak ada pasir putih atau pemandangan buih ombak yang menepi di pantai ini. Hanya suara-suara deburan ombak yang pecah menabrak sisi-sisi karang.

Matahari sudah mulai condong ke arah barat ketika kami menyusuri jalanan bersemen. Setelah sekitar setengah jam kami terguncang-guncang di atas kendaraan akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Balik semak-semak tinggi, salah satu surga tersembunyi itu menampakkan diri.
wisata-jogja
Gambar 1.2 pantai kesirat
Sebuah pohon tunggal yang tumbuh daerah tepi tebing terlihat mencolok dan menarik perhatian. Hamparan tanah berumput cukup luas seolah tak menarik baginya hingga ia memilih tumbuh daerah tepi tebing karang. Pohon abadi, begitulah namanya populer antara para wisatawan berkunjung ke Wisata Jogja Pantai Kesirat. Layaknya surga tersembunyi wisata Gunungkidul, Wisata Jogja Pantai Kesirat tak terlalu ramai sore itu. Hanya ada beberapa orang terlebih dulu sampai dan mendirikan tenda untuk bermalam tak jauh dari pohon abadi, serta beberapa bapak-bapak yang terlihat memancing di ujung selatan tebing.

Garis Wisata Jogja pantai Kesirat langsung jatuh ke laut lepas dan jenis ikannya beragam adalah penyebab pantai ini populer kalangan penggemar rock fishing. Bahkan jauh sebelum pantai ini dikunjungi para wisatawan. Sebuah pondok sederhana sengaja dibangun tebing bagian selatan merupakan spot terbaik memancing ikan. Jika sedang beruntung, kita bisa menyaksikan penduduk sekitar yang mencari ikan dengan cara ngrendet, menebar jaring dari satu tebing ke tebing lainnya.
wisata-jogja
Gambar 1.3 pantai kesirat
Rupanya tak hanya ikan-ikan kecil penghuni pantai tebing ini, Wisata Jogja Pantai Kesirat termasuk salah satu wisata pantai kawasan Panggang merupakan tempat singgah ikan-ikan besar. Konon menurut para pemancing di Kesirat, hiu tutul, paus maupun lumba-lumba sering terlihat ketika musim migrasi tiba. Mengintip sedikit ke dalam peta Marine Conservation Data Atlas buatan Ditjen PHKA Dephut tahun 1984, kawasan laut selatan Jawa memang merupakan jalur migrasi paus sei (Balaenoptera borealis).

Sedangkan perairan agak jauh dari daratan, Samudra Hindia, adalah kawasan kekuasaan paus minke (B. acutorostrata) dan paus sperma (Physeter catodon). Selain surga wisata tersembunyi dan populer di kalangan pemancing, Wisata Jogja Pantai Kesirat juga merupakan tempat disakralkan oleh penduduk setempat. Setahun sekali dilaksanakan ngalap berkah atau brubuh-brubuh di Wisata Jogja Pantai Kesirat.

Tradisi ini berawal dari kearifan lokal masyarakat Jawa pada lingkungan dengan tidak menebang pohon sembarangan. Hanya ketika musim padi mulai menguning warga baru menebang pohon. Tradisi brubuh-brubuh sebagai ucapan syukur tersirat dalam bentuk menjaga keseimbangan alam pun berlanjut hingga kini.
wisata-jogja
Gambar 1.4 pantai kesirat
Sama seperti warga setempat melaksanakan tradisi brubuh-brubuh setahun sekali, maka tradisi rutin pengunjung Wisata Jogja Pantai Kesirat seperti kami tak bisa menikmati waktu menunggu ikan melahap umpan adalah menanti senja. Wisata tebing pantai menghadap ke barat menjadi lokasi yang pas untuk menyaksikan matahari kembali ke peraduan, seolah tenggelam ke dalam lautan. Senja Wisata Jogja Pantai Kesirat semakin dramatis dengan pohon abadi condong ke arah laut, seakan melambai ke arah matahari, mengucapkan selamat tinggal.

Kami terduduk terpaku seolah terhipnotis keindahan gradasi warna kuning terang hingga biru pekat hasil karya Tuhan. Cahaya keemasan mewarnai langit barat dan memantul di perairan pun semakin redup seiring datangnya malam, menyisakan siluet hitam pohon abadi berdiri sendirian.
Read More
PANTAI DEPOK

PANTAI DEPOK

wisata-jogja
Gambar 1.1 pantai depok
Menikmati Hidangan Ikan Laut Segar. Wisata Jogja Pantai Depok menyajikan hidangan ikan segar dan sejumlah hasil tangkapan laut lainnya dalam nuansa khas restaurant pesisir. Tak jauh dari pantai ini, anda bisa menikmati panorama gumuk pasir satu-satunya di kawasan Asia Tenggara.
Di antara Wisata Jogja pantai-pantai lain di wilayah Jogja, Pantai Depok-lah paling dirancang menjadi pusat wisata kuliner menikmati sea food.

Di Wisata Jogja pantai ini, tersedia sejumlah warung makan tradisional yang menjajakan sea food, berderet tak jauh dari bibir pantai. Beberapa warung makan bahkan sengaja dirancang menghadap ke selatan, jadi sambil menikmati hidangan laut, anda bisa melihat pemandangan laut lepas dengan ombak besar.

Nuansa khas warung makan pesisir dan aktivitas nelayan Wisata Jogja Pantai Depok telah berkembang sejak 10 tahun lalu. Menurut cerita, sekitar tahun 1997, beberapa nelayan yang berasal dari Cilacap menemukan tempat pendaratan Wisata Jogja di Pantai Depok. Para nelayan itu membawa hasil tangkapan cukup banyak sehingga menggugah warga Wisata Jogja Pantai Depok umumnya berprofesi sebagai petani lahan pasir untuk ikut menangkap ikan.
wisata-jogja
Gambar 1.2 pantai depok
Sejumlah warga Wisata Jogja pantai pun mulai menjadi "tekong", istilah lokal untuk menyebut pencari ikan. Para tekong melaut dengan bermodal perahu bermotor dilengkapi cadik. Kegiatan menangkap ikan dilakukan hampir sepanjang tahun, kecuali pada hari-hari tertentu dianggap keramat, yaitu Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Di luar musim paceklik ikan berlangsung antara bulan Juni - September, jumlah hasil tangkapan cukup lumayan.

Karena jumlah tangkapan cukup besar, maka warga setempat pun membuka Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) kemudian dilengkapi dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) bernama Mina Bahari 45. Tempat pelelangan ikan di pantai ini bahkan menerima setoran ikan ditangkap oleh nelayan di Wisata Jogja pantai-pantai lain. Saat kami berkunjung, tempat pelelangan ini tengah ramai dikunjungi oleh para wisatawan Wisata Jogja.
wisata-jogja
Gambar 1.3 pantai depok
Seiring makin banyaknya pengunjung Wisata Jogja pantai berjarak 1,5 kilometer dari Parangtritis ini, maka dibukalah warung makan-warung makan sea food. Umumnya, warung makan berdiri di Wisata Jogja pantai ini menawarkan nuansa tradisional. Bangunan warung makan tampak sederhana dengan atap limasan, sementara tempat duduk dirancang lesehan menggunakan tikar dan meja-meja kecil. Meski sederhana, warung makan tampak bersih dan nyaman.

Beragam hidangan sea food bisa dicicipi. Hidangan ikan paling populer dan murah adalah ikan cakalang. Jenis ikan lain bisa dinikmati adalah kakap putih dan kakap merah. Jenis ikan harganya cukup mahal adalah bawal. Selain ikan, ada juga kepiting, udang dan cumi-cumi. Hidangan sea food biasanya dimasak dengan dibakar atau digoreng. Jika ingin memesannya, anda bisa menuju tempat pelelangan ikan untuk memesan ikan atau tangkapan laut lain. Setelah itu, anda biasanya akan diantar menuju salah satu warung makan di Wisata Jogja pantai itu oleh salah seorang warga.
wisata-jogja
Gambar 1.4 gumuk pasir pantai depok
Puas menikmati hidangan sea food, anda bisa keluar Wisata Jogja pantai dan berbelok ke kanan menuju arah Wisata Jogja Parangkusumo dan Wisata Jogja Parangtritis. Di sana, anda akan menjumpai pemandangan alam langka dan menakjubkan, yaitu gumuk pasir. Wisata Jogja Gumuk pasir yang ada di pantai ini adalah satu-satunya di kawasan Asia Tenggara dan merupakan suatu fenomena jarang dijumpai di wilayah tropis. Di sini, anda bisa menikmati hamparan pasir luas, bagai di sebuah gurun.

Gumuk pasir yang terdapat di dekat Wisata Jogja Pantai Depok terbentuk selama ribuan tahun lewat proses cukup unik. Dahulu, ada beragam tipe, yaitu barchan dune, comb dune, parabolic dune dan longitudinal dune. Saat ini hanya beberapa saja, yaitu barchan dan longitudinal. Angin laut dan bukit terjal di sebelah timur menerbangkan pasir hasil aktivitas Merapi yang terendap di dekat sungai menuju daratan, membentuk bukit pasir atau gumuk.
Untuk menikmati hidangan laut sekaligus pemandangan Wisata Jogja gumuk pasir ini, anda bisa melalui rute sama dengan Wisata Jogja Parangtritis dari Yogyakarta. Setelah sampai di dekat pos retribusi Parangtritis, anda bisa berbelok ke kanan menuju Wisata Jogja Pantai Depok.
Read More