GUA JOMBLANG

GUA JOMBLANG

wisata-jogja
Gambar 1.1 gua jomblang
Hutan Purba dan Cahaya Surga Perut Bumi. Wisata Jogja Gua Jomblang merupakan gua vertikal hutan purba yang rapat. Sebuah lorong sepanjang 300 m dihiasi ornamen gua indah akan membawa Wisatawan menuju Gua Grubug, tempat dimana bisa menyaksikan cahaya surga. Wisata Jogja Gua Jomblang merupakan salah satu dari ratusan kompleks gua Gunungkidul terkenal karena keunikan serta keindahan tak terbantahkan. Berlokasi perbukitan karst pesisir selatan yang memanjang dari Gombong, Jawa Tengah; hingga kawasan karst Pegunungan Sewu, Pacitan, Jawa Timur,Wisata Jogja Gua Jomblang pernah dijadikan tempat pengambilan gambar Amazing Race Amerika pada tahun 2011. Gua vertikal bertipe collapse doline ini terbentuk akibat proses geologi amblesnya tanah beserta vegetasi atas ke dasar bumi ribuan tahun lalu.
wisata-jogja
Gambar 1.2 gua jomblang
Runtuhan ini membentuk sinkhole atau sumuran luas mulut gua sekitar 50 meter persegi. Dalam bahasa Jawa sumuran juga dikenal istilah luweng, hingga gua ini pun sering disebut Wisata Jogja Luweng Jomblang. Bersama rekan-rekan caver dari Jomblang Resort, Kami pun mencoba untuk caving digua eksotik ini. Untuk memasuki Wisata Jogja Gua Jomblang diperlukan kemampuan teknik tali tunggal atau single rope technique (SRT). Oleh karena itu, siapa pun yang hendak caving wajib menggunakan peralatan khusus sesuai standar keamanan caving digua vertikal serta harus didampingi oleh penelusur gua berpengalaman. Sebelum memulai penelusuran, seorang pemandu memasangkan SRT set tubuh kami sambil menjelaskan nama dan fungsi masing-masing.
wisata-jogja
Gambar 1.3 gua jomblang
SRT set tersebut terdiri dari seat harness, chest harness, ascender/croll, auto descender, footloop, jammer, carabiner, cowstail panjang, serta cowstail pendek. Selain SRT set, Wisatawan juga harus memakai perlengkapan lain seperti coverall, sepatu boot, helm, dan headlamp. Setelah semua perlengkapan melekat badan sempurna, petualangan menuju kedalaman perut bumi pun dimulai. Kami dan rekan-rekan caver dari Jomblang Resort meninggalkan basecamp menuju bibir gua sebagai lintasan. Ada beberapa lintasan Gua Jomblang dengan ketinggian beragam mulai 40 hingga 80 meter. Berhubung Kami baru pertama kali menuruni gua vertikal, maka lintasan yang dipilih merupakan lintasan terpendek dan dikenal jalur VIP.
wisata-jogja
Gambar 1.4 gua jomblang
Perjalanan 15 meter pertama dari teras VIP merupakan slope yang bisa ditapaki oleh kaki. Setelah itu dilanjutkan menuruni tali sepanjang kurang lebih 20 meter untuk sampai dasar gua. Rasa was-was sempat hinggap saat melayang diudara pun mulai menghilang begitu kaki-kaki saya kembali menjejak tanah. Kekhawatiran saya pun musnah seluruhnya ketika melihat pemandangan dasar gua nan mengundang decak kagum. Jika atas sejauh mata memandang hanya akan menemui perbukitan karst dan jati meranggas, maka perut Wisata Jogja Gua Jomblang terhampar pemandangan hijaunya hutan subur. Aneka lumut, paku-pakuan, semak, hingga pohon-pohon besar tumbuh rapat.

Hutan vegetasi sangat jauh berbeda dengan kondisi atas ini sering dikenal hutan purba. Sejak proses runtuhnya tanah ke bawah, vegetasi ini terus hidup dan berkembang biak hingga saat ini. Penelusuran kami pun tak berhenti, melainkan berlanjut menuju Wisata Jogja Luweng Grubung melalui sebuah entrance (mulut gua) berukuran sangat besar. Wisata Jogja Jomblang dan Wisata Jogja Grubug dihubungkan sebuah lorong sepanjang 300 meter. Aneka ornamen cantik seperti batu kristal, stalaktit, serta stalagmit indah turut menghiasi lorong ini. Tak berapa lama berjalan terdengar suara gemuruh aliran sungai dan seberkas cahaya terang tengah kegelapan. Kami pun mempercepat langkah, penasaran  apa yang ada didepan kami.
wisata-jogja
Gambar 1.5 gua jomblang
Sebuah mahakarya Sang Pencipta sungguh mengagumkan terpampang dihadapan. Sungai bawah tanah Kalisuci mengalir deras. Sinar matahari menerobos masuk dari Wisata Jogja Luweng Grubug setinggi 90 meter membentuk satu tiang cahaya, menyinari flowstone serta kedalaman gua. Air menetes dari ketinggian turut mempercantik pemandangan. Sesaat Wisatawan tidak mampu berkata-kata, hanya ada perasaan takjub dan terpesona. Akhirnya mata kepala sendiri Wisatawan bisa menyaksikan lukisan alam cahaya surga.
Read More
AIR TERJUN SRI GETHUK

AIR TERJUN SRI GETHUK

wisata-jogja
Gambar 1.1 air terjun sri gethuk
Gemuruh Suara Air Pemecah Hening Tanah Kering. Terletak antara ngarai Sungai Oya  dikelilingi areal persawahan nan hijau, Wisata Jogja Air Terjun Sri Gethuk selalu mengalir tanpa mengenal musim. Gemuruhnya menjadi pemecah keheningan bumi Gunungkidul nan terkenal kering.
Eksotisme Grand Canyon daerah utara Arizona, Amerika Serikat tentunya tak bisa disangkal lagi. Grand Canyon merupakan bentukan alam berupa jurang dan tebing terjal dihiasi oleh aliran Sungai Colorado. Nama Grand Canyon kemudian diplesetkan menjadi Green Canyon untuk menyebut obyek wisata Jawa Barat yang hampir serupa, yakni aliran sungai pembelah tebing-tebing tinggi.

Gunungkidul sebagai daerah nan diasumsikan sebagai wilayah kering dan tandus ternyata juga menyimpan keindahan serupa, yakni hijaunya aliran sungai yang membelah ngarai dengan air terjun indah yang tak pernah berhenti mengalir setiap musim. Air terjun tersebut dikenal dengan nama Wisata Jogja Air Terjun Sri Gethuk.
wisata-jogja
Gambar 1.2 air terjun sri gethuk
Terletak di Desa Wisata Bleberan, Wisata Jogja Air Terjun Sri Gethuk menjadi salah satu spot Wisata Jogja yang sayang untuk dilewatkan. Untuk mencapai tempat ini Wisatawan harus naik kendaraan melewati areal hutan kayu putih milik PERHUTANI dengan kondisi jalan bervariasi mulai dari aspal bagus hingga jalan makadam. Memasuki Dusun Menggoran, tanaman kayu putih berganti dengan ladang jati rapat. Sesampainya pada areal pemancingan nang juga berfungsi sebagai tempat parkir, terdapat dua pilihan jalan untuk mencapai air terjun.

Pilihan pertama yakni menyusuri jalan setapak dengan pemandangan sawah nan hijau berhiaskan nyiur kelapa, sedangkan pilihan kedua adalah naik melawan arus Sungai Oya. Tentu saja banyak Wisatawan memilih untuk naik rakit sederhana terbuat dari drum bekas dan papan. Perjalanan menuju Wisata Jogja Air Terjun Sri Gethuk pun dimulai saat mentari belum naik tinggi. Pagi itu Sungai Oya terlihat begitu hijau dan tenang, menyatu dengan keheningan tebing-tebing karst berdiri dengan gagah di kanan kiri sungai.
wisata-jogja
Gambar 1.3 air terjun sri gethuk
Suara rakit yang melaju melawan arus sungai menyibak keheningan pagi. Sembari mengatur laju rakit, seorang pemandu menceritakan asal muasal nama Wisata Jogja Air Terjun Sri Gethuk. Berdasarkan cerita yang dipercayai masyarakat, Wisata Jogja air terjun tersebut merupakan tempat penyimpanan kethuk yang merupakan salah satu instrumen gamelan milik Jin Anggo Meduro. Oleh karena itu disebut dengan nama Air Terjun Sri Gethuk. Konon, pada saat-saat tertentu masyarakat Dukuh Menggoran masih sering mendengar suara gamelan mengalun dari arah air terjun.

Tak berapa lama menaiki rakit, suara gemuruh mulai terdengar. Wisata Jogja Sri Gethuk menanti depan mata. Bebatuan indah bawah air terjun membentuk undak-undakan laksana tepian kolam renang mewah, memanggil siapa saja untuk bermain air. Wisatawan pun turun dari rakit dan melompati bebatuan untuk sampai bawah air terjun dan mandi. Kali ini rasanya seperti berada dinegeri antah berantah dimana air mengalir begitu melimpah.
wisata-jogja
Gambar 1.4 air terjun sri gethuk
Air mengalir pada sela-sela jemari kaki, air memercik ke seluruh tubuh, air mengalir dimana-mana. Seorang wisatawan lain tiba-tiba berteriak "Ada pelangi!". Saat menengadah, selengkung bianglala nan mempesona menghiasi air terjun. Sesaat Wisatawan merasa menjadi bidadari berselendangkan pelangi.
Read More
GUA PINDUL

GUA PINDUL

wisata-jogja
Gambar 1.1 gua pindul
Petualangan Mengarungi Wisata Jogja Sungai Bawah Tanah akan Sarat Kisah
Rasakan sensasi pelusuran sungai dalam gua menggunakan ban pelampung. Sambil menyusuri gelapnya lorong gua berhiaskan stalaktit dan stalagmit indah,Wisatawan juga akan disodori legenda pengembaraan Joko Singlulung mencari ayahnya. Menyusuri sungai menggunakan perahu karet merupakan hal biasa, namun jika sungai itu mengalir dalam gua tentu saja akan menjadi petualangan mengasyikkan sekaligus menegangkan.

Wisata Jogja Gua Pindul, salah satu gua rangkaian dari 7 gua dengan aliran sungai bawah tanah Desa Bejiharjo, Karangmojo, menawarkan sensasi petualangan tersebut. Selama kurang lebih 45 - 60 menit wisatawan akan diajak menyusuri sungai dengan gelapnya perut bumi sepanjang 300 m menggunakan ban pelampung. Petualangan yang memadukan aktivitas body rafting nan caving ini dikenal dengan istilah cave tubing.
wisata-jogja
Gambar 1.2 gua pindul
Tidak diperlukan persiapan khusus untuk melakukan cave tubing Wisata Jogja Gua Pindul. Peralatan yang dibutuhkan hanyalah ban pelampung, life vest, serta head lamp semuanya sudah disediakan oleh pengelola. Aliran sungai sangat tenang menjadikan aktivitas ini aman dilakukan oleh siapapun, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Waktu terbaik untuk cave tubing Wisata Jogja Gua Pindul adalah pagi hari sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB. Selain karena airnya tidak terlalu dingin, jika cuaca sedang cerah pada jam-jam tersebut akan muncul cahaya surga nan berasal dari sinar matahari menerobos masuk melewati celah besar atap gua.
wisata-jogja
Gambar 1.3 gua pindul
Sambil merasakan dinginnya air sungai membelai tubuh tengah gua juga minim pencahayaan, seorang pemandu bercerita tentang asal-usul penamaan Wisata Jogja Gua Pindul. Menurut legenda, nama Wisata Jogja Gua Pindul dan gua-gua lain Bejiharjo tak bisa dipisahkan dari cerita pengembaraan Joko Singlulung mencari ayahnya. Setelah menjelajahi hutan lebat, gunung, dan sungai, Joko Singlulung pun memasuki gua-gua yang ada. Saat masuk ke salah satu gua mendadak Joko Singlulung terbentur batu, sehingga gua tersebut dinamakan Wisata Jogja Gua Pindul yang berasal dari kata pipi gebendul.

Selain menceritakan tentang legenda Wisata Jogja Gua Pindul, pemandu pun akan menjelaskan ornamen sepanjang pengarungan. Gua ini terdapat beberapa ornamen cantik seperti batu kristal, moonmilk, serta stalaktit dan stalagmit indah. Sebuah pilar raksasa terbentuk dari proses pertemuan stalaktit dan stalagmit kira-kira usianya mencapai ribuan tahun menghadang di depan. Beberapa bagian atap gua juga terdapat lukisan alami diciptakan oleh kelelawar penghuni gua.
wisata-jogja
Gamba 1.4 gua pindul
Tengah gua terdapat satu tempat menyerupai kolam besar dan biasanya dijadikan tempat beristirahat sejenak sehingga wisatawan dapat berenang atau terjun dari ketinggian. Tatkala Wisatawan masih menikmati indahnya ornamen gua di sela bunyi kepak kelelawar dan kecipak air, mendadak pengarungan sudah sampai mulut gua. Bendungan Banyumoto dibangun sejak jaman Belanda dengan latar belakang perbukitan karst pun menyambut.
Read More
KEDUNG PEDUT

KEDUNG PEDUT


wisata-jogja
Gambar 1.1 kedung pedut
Serunya Bermain Air hingga Lupa Diri di Water Park Alami. Tak ada seluncur atau wahana water byur seperti water park kebanyakan, tapi bermain air di water park alami malah lebih mengasyikkan. Tumpukan batu-batu berpadu dengan susunan batang-batang bambu menjadi wahana bermain air yang tak kalah seru.

Jam Buka Wisata Jogja Kedung Pedut
Senin - Minggu: pukul 08.00 - 17.00 WIB

Cahaya matahari pagi itu menemani perjalanan Wisatawan menuju ke Wisata Jogja bagian barat, meninggalkan riuh dan padatnya kota. Melewati jembatan Sungai Progo, pemandangan pun silih berganti dari pemukiman penduduk, sawah terasering hingga perbukitan. Tanjakan demi tanjakan pun saya lewati dengan sedikit rasa was-was ketika jalanan semakin menyempit dengan jurang sisi kiri atau kanan. Hingga akhirnya saya sampai gerbang masuk wisata jogja Kedung Pedut menjadi tujuan saya.

Sampai gerbang masuknya bukan berarti wisatawan bisa langsung menikmati keindahan Wisata Jogja Kedung Pedut, karena wisatawan masih harus berjalan sekitar 400 meter. Jalanan setapak dari tanah sudah dipadatkan ternyata cukup membuat ngos-ngosan karena medannya naik turun. Jika berkunjung ke sini, wisatawan sarankan untuk memakai sandal gunung atau sepatu karena jalanan cukup licin jika musim penghujan. Bertemu dengan jalan dengan bercabang membuat wisatawan harus memilih, berbelok ke kanan atau kiri. Kami pun memilih belok kiri merupakan jalur melingkar. Sedangkan jika berbelok ke kanan, bisa langsung mencapai wisata jogja Kedung Pedut.
wisata-jogja
Gambar 1.2 kedung pedut
Meskipun kami memilih jalan lebih jauh, namun pemandangan yang disuguhkan ketika wisatawan melewati jalur, tak membuat wisatawan menyesal. Seperti pemandangan sebuah gardu pandang yang wisatawan lewati. Sambil mengatur nafas, kami dibuat terpesona dengan keindahan panorama sekitar bawah bukit. Melihat air berwarna turquois mengisi aliran sungai dan kolam-kolam alami di bawah sana membuat rasa lelah kami menguap seketika.

Suara anak-anak muda asyik berenang membuat kami tak sabar untuk bergabung. Wisatawan pun bergegas melanjutkan trekking kini tak hanya jalan setapak naik turun, namun juga melewati jembatan-jembatan bambu, sebuah sumber mata air bernama Penglarisan dan beberapa wisata kedung lain. Walaupun dikenal sebagai wisata jogja Kedung Pedut, wisata jogja masih satu aliran dengan Air Terjun Mudal dan Air Terjun Kembang Soka memang terdiri dari beberapa Wisata Jogja kedung lain dengan kedalaman beragam mulai satu hingga empat meter. Sebut saja Kedung Merak, Kedung Merang, Kedung Lanang, Kedung Wedok dan Kedung Anyes.
wisata-jogja
Gambar 1.3 kedung pedut
Kedung Wedok juga dikenal dengan nama wisata jogja Kedung Pedut merupakan kolam alami paling luas kompleks wisata jogja, sekaligus memiliki air terjun tertinggi sekitar 15 meter biasanya digunakan untuk water canyon. Wisata kedung ini pula sering digunakan untuk mandi atau berenang selain wisata Kedung Anyes. Lembah dengan aliran sungai dan kedung-kedung berwarna turquois terlihat dari gardu pandang dan sepanjang jalur melingkar itu berada sekitar saya. Airnya tampak lebih jernih jika dilihat dari dekat, bahkan dasar kedung berupa batuan kecil-kecil sebagian tertutup endapan kapur pun terlihat dari permukaan. Rasa dingin menyegarkan seketika merambati kaki ketika saya duduk di kursi bambu di pinggir wisata kedung dan menjeburkan kaki kedalamnya.

Dari tempat saya duduk, memandang ke sekeliling wisata kedung di kelilingi bukit-bukit mengingatkan saya pada telaga tempat mandi para bidadari dalam kisah legenda Jaka Tarub. Letaknya tersembunyi antara bukit-bukit membuat kedung-kedung terkadang tertutup kabut, terutama Kedung Wedok, sehingga masyarakat sekitar menjulukinya Kedung Pedut, dalam bahasa Jawa pedut berarti kabut. Tak sekedar kolam-kolam alami untuk berenang, Wisata Jogja dibuka sejak 15 Februari 2015 lebih mirip water park versi tradisional.
wisata-jogja
Gambar 1.4 kedung pedut
Beberapa wahana terbuat dari bambu tampak bertebaran sekitar wisata jogja kedung menggantikan seluncur dan water byur, mulai dari kursi-kursi bambu salah satunya saya duduki, jembatan bambu, gardu pandang dari bambu bahkan pancuran bambu. Bermain air dan berenang di wisata kedung yang airnya berasal dari tujuh sumber mata air memang seru dan menyenangkan. Seandainya terdapat ikan dapat menemani kita berenang sekitar kedung-kedung ini, mungkin akan lebih mengasyikkan.
Read More
GUNUNG GAMBAR

GUNUNG GAMBAR

wisata-jogja
Gambar 1.1 gunung gambar
Sanggraloka di Tapal Batas. Terletak di zona karst Baturagung, Wisata Jogja Gunung Gambar tidak hanya menawarkan jejak sejarah. Bagi para pemburu fajar maupun senja, tempat ini menjanjikan pesona matahari terbit dari balik lapisan halimun maupun surya yang lindap perlahan di batas cakrawala.
Jam Buka Gunung Gambar
Senin - Minggu: pukul 08.00 - 17.00 WIB

Malam belum sempurna menyentuh pagi ketika kaki kami menapaki deretan anak tangga menuju puncak wisata jogja Gunung Gambar. Dengan tercepuk-cepuk saya berusaha mempercepat langkah supaya tidak tertinggal terlalu jauh dari si pembuka jalan. Maklum, sudah lama tidak olahraga maupun latihan membuat stamina jauh menurun dibanding dulu. Lagipula ada bayi dalam gendongan terus saja bergerak karena terlalu bersemangat. Gunung batu tidak terlalu tinggi pun akhirnya terasa begitu melelahkan dan menguras energi. Selain suara derap langkah rombongan kami dan celotehan bayi, subuh itu seluruh penjuru semesta nyaris sunyi senyap.

Hanya kesiur lirih angin dan sesekali kerisik daun mengisi ruang dengar. Sambil menghela napas, saya melayangkan pandang ke segala penjuru. Nun jauh di bawah, lampu rumah dan jalanan menyajikan potongan gambar nan indah. Pendar cahaya warna-warni membedaki wajah pagi terlihat berkilau indah seperti lautan berlian. Di belakangnya, siluet Gunung Merapi Merbabu terlihat samar. Dengan bahasa yang sederhana, saya pun mencoba menjelaskan semua keindahan tersebut pada Renjana, anak lelaki saya turut mendaki untuk pertama kalinya.

Terletak di Kecamatan Ngawen, Wisata Gunungkidul berbatasan dengan Kabupaten Klaten Jawa Tengah, Wisata Jogja Gunung Gambar memiliki banyak catatan unik baik dari sisi geologis, sejarah, maupun lokasi. Sama halnya dengan wisata Gunung Nglanggeran berada dalam zona karst Baturagung, litologi wisata jogja Gunung Gambar tersusun dari fragmen material vulkanik tua. Secara visual tempat ini tidak menyerupai gunung tinggi pada umumnya, melainkan bukit dengan puncak berupa bongkahan batuan karst berukuran besar.
wisata-jogja
Gambar 1.2 gunung gambar
Menurut kisah yang dituturkan oleh juru kunci wisata jogja Gunung Gambar, Mbah Supodo, dulunya kawasan ini bernama Alas Gempol. Konon pada masa keruntuhan Majapahit, tempat ini dijadikan lokasi pelarian sekaligus pertapaan Ki Ageng Gading Mas. Kala itu Ki Ageng Gading Mas meminta kepada pengikutnya untuk mengiriminya makanan tiap 3 hari sekali, kemudian berubah menjadi 7 hari sekali, 40 hari sekali, dan terakhir adalah setahun sekali.

Berabad-abad kemudian, tradisi mengirimkan persembahan suci (srada) setahun sekali kepada Ki Ageng Gading Mas moksa di wisata jogja Gunung Gambar tetap hidup lestari dan dikenal dengan istilah Sadranan,  di Wisata Jogja Gunung Gambar berbeda dengan Sadranan di kampung-kampung Jogja. Jika Sadranan kampung berupa bersih-bersih makam langsung sebelum bulan puasa, maka acara budaya Sadranan di wisata jogja Gunung Gambar dilangsungkan pada masa panen tani ke dua (sekitar bulan Juli), tepatnya hari Senin Legi atau Kamis Legi (kalender jawa).

Pada perayaan Sadranan, Wisata Jogja Gunung Gambar biasanya sepi akan riuh dengan arak-arakan hasil bumi dan sesaji serta aneka pertunjukan budaya. Perubahan nama dari Alas Gempol menjadi wisata jogja Gunung Gambar terjadi pada masa hidup Raden Mas Said sekitar abad ke - 17. Konon, pada masa itu Raden Mas Said juga dikenal dengan nama Pangeran Sambernyowo bertapa di Alas Gempol guna mencari wangsit bagaimana caranya mengusir VOC dari Kartasura. Di puncak gunung batu tersebut sang pangeran mendapatkan wangsit berupa gambaran strategi, sebaiknya beliau gunakan saat berperang.
wisata-jogja
Gambar 1.3 gunung gambar
Sejak saat itulah kawasan tersebut berubah nama menjadi wisata jogja Gunung Gambar. Hingga saat ini di puncak wisata jogja Gunung Gambar terdapat Batu Kong kononnya menjadi tempat duduk Pangeran Sambernyowo. Di batu ini juga terdapat jejak tangan dan kaki pangeran. Selepas Pangeran Sambernyowo menjadi raja, daerah Ngawen tempat adanya Wisata Jogja Gunung Gambar masuk ke dalam wilayah Praja Mangkunegaran Solo. Ngawen menjadi wilayah enclave, yakni daerah dikelilingi atau berada di wilayah negara lain (Kasultanan Yogyakarta).

Alih status Ngawen dari wilayah Kabupatan Wonogiri ke dalam wilayah pemerintahan Kabupaten Gunungkidul baru terjadi pada tahun 1957. Meski secara administratif masuk ke wilayah Yogyakarta, secara budaya kawasan wisata jogja Gunung Gambar masih bertalian erat dengan Pura Mangkunegaran. Bahkan hingga kini, bendera berkibar di puncak wisata jogja Gunung Gambar pun bendera Mangkunegaran.

Bagi para penikmat kisah-kisah sejarah, anjangsana ke petilasan Ki Ageng Gading Mas dan petilasan Pangeran Sambernyowo di puncak wisata jogja Gunung Gambar akan memberikan kesenangan sendiri. Sedangkan bagi Anda yang tidak begitu gemar mengunjungi situs-situs bersejarah, Wisata Jogja Gunung Gambar memiliki pesona tersendiri sehingga layak untuk didatangi. Meski akses untuk mencapai kawasan ini terbilang sulit, tapi semua perjuangan itu akan sebanding dengan keindahan diperoleh.

Seperti pagi itu, saya disuguhi lanskap fajar sangat menawan. Lepas dari anak tangga mengular, saya dan rombongan tiba di puncak gugusan batu berpayungkan pohon akasia. Sejauh mata memandang terlihat adalah gugusan perbukitan berlapis-lapis hingga kaki langit. Kemudian dari balik awan muncul bulatan merah terus naik dengan diam-diam, hingga tanpa disadari sudah berada di tempat tinggi memamerkan kemilau cahaya keemasan. Kabut putih serupa selubung kepompong tipis perlahan tercerai hingga menampakkan wujud asli semesta. Burung-burung pun berkicau riuh, membuat kawasan wisata jogja Gunung Gambar menjadi semarak. Lelaki kecil saya baru berusia 19 bulan pun larut dalam tawa. Tubuh mungilnya nan asyik mengumpulkan daun-daun kering terlihat bercahaya di tengah guyuran sinar matahari pagi keemasan.
wisata-jogja
Gambar 1.4 gunung gambar
Ibu mana yang tak berbahagia menyaksikan pemandangan seperti itu? Lelah akibat menggendongnya mendaki anak tangga pun luruh sudah. Semua terbayar lunas.Tak hanya orkestra pagi sempurna, jika datang sore hari Anda pun bisa menikmati panorama senja. Bahkan tak harus berlelah-lelah mendaki hingga puncak, Anda cukup duduk santai di pendopo besar menghadap tepat ke Gunung Merapi dan Merbabu. Jika sedang tidak tertutup awan, pergerakan mentari kembali ke peraduannya akan terlihat jelas, lengkap dengan suguhan langit berubah warna.

Usai menikmati senja, tak usah buru-buru kembali ke kota. Dirikan saja tenda di kawasan wisata jogja Gunung Gambar dan nikmati malam di tempat ini. Kalau pun tak membawa tenda tak usah khawatir, di tempat ini terdapat pendopo yang bisa dijadikan tempat bernaung. Dari pendopo tersebut lautan cahaya bersinar bersama malam gelap terlihat sangat jelas. Selain pendopo, ada pula gazebo-gazebo terletak di puncak bukit. Sebagai salah satu destinasi wisata religi dan petilasan, Wisata Jogja Gunung Gambar memang belum sepopuler tempat-tempat wisata Gunungkidul lainnya.

Namun justru karena keheningannya tempat ini mampu menjadi sanggraloka bagi jiwa. Karena pesonanya pula kawasan wisata jogja Gunung Gambar dipilih sebagai lokasi syuting film "Surga yang Terluka" dengan bintang utama aktris kawakan Indonesia, Christine Hakim. Sedangkan bagi saya, Wisata Jogja Gunung Gambar adalah tempat pertama dimana saya mengajak buah hati mendaki sekaligus mengenalkannya pada arunika, cahaya mentari pagi nan teramat indah. Semoga hingga dewasa kelak dia akan teringat tentang sepotong pagi nan indah di wisata jogja Gunung Gambar.
Read More
TAMAN SARI

TAMAN SARI

wisata-jogja
Gambar 1.1 taman sari
Istana Air penuh Keindahan serta Rahasia. Gemercik air, keindahan arsitektur kuno, pemandangan nan menakjubkan membuat Wisata Jogja Taman Sari sangat mempesona. Lorong-lorong serta bangunannya menjadikan Taman Sari penuh rahasia akan terus dikuak.

Masa setelah Perjanjian Giyanti, Pangeran Mangkubumi membangun keraton sebagai pusat pemerintahan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I membangun keraton tengah sumbu imajiner nang membentang antara Gunung Merapi-Pantai Parangtritis. Titik yang menjadi acuan pembangunan keraton adalah sebuah umbul (mata air).

Untuk menghormati jasa istri-istri Sultan karena telah membantu selama masa peperangan, beliau memerintahkan Demak Tegis seorang arsitek berkebangsaan Portugis, Bupati Madiun sebagai mandor untuk membangun sebuah istana di umbul yang terletak 500 meter selatan keraton. Istana yang dikelilingi segaran (danau buatan) dengan wewangian dari bunga-bunga ditanam pada pulau buatan itu sekarang dikenal dengan nama Wisata Jogja Taman Sari.

"Dari atas Gapura Panggung ini Sultan biasa menyaksikan tari-tarian di bawah sana. Bangunan-bangunan disampingnya merupakan tempat para penabuh, ditengah-tengah biasa didirikan panggung tempat para penari menunjukkan kepiawaian nan keluwesan mereka," terang seorang pemandu ketika kami memasuki Wisata Jogja Taman Sari. Gapura Panggung, pemandu membawa kami masuk ke sebuah area katanya dulu hanya diperbolehkan untuk Sultan dan keluarganya, kolam pemandian Wisata Jogja Taman Sari. Gemericik air langsung menyapa.
wisata-jogja
Gambar 1.2 taman sari
Airnya jernih berpadu apik dengan tembok-tembok krem gagah mengitarinya. Kolam pemandian area ini dibagi menjadi tiga yaitu Umbul Kawitan (kolam untuk putra-putri Raja), Umbul Pamuncar (kolam untuk para selir), Umbul Panguras (kolam untuk Raja). Sebuah periuk tempat istri-istri Sultan bercermin masih utuh berdiri ketika Wisatawan memasuki menara tempat pribadi Sultan. Ornamen penghias periuk memberi kesan glamor terhadap benda yang terletak samping lemari pakaian Sultan tersebut. Bisa dibayangkan, 200 tahun lalu seorang wanita cantik menunggu air di periuk ini hingga tenang lalu dia menundukkan kepalanya, memperbaiki riasan dan sanggulnya, memperindah raganya sembari bercermin. Selain periuk kamar pribadi Sultan, pada terdiri tiga tingkat ini ada tangga kayu jati masih utuh terawat sehingga memberi kesan antik bagi siapa pun melihatnya.

Naik ke tingkat paling atas, pantulan mentari kolam di bawahnya beserta area Wisata Jogja Taman Sari terlihat jelas. Mungkin dahulu Sultan juga menikmati pemandangan atas sini, pemandangan Taman Sari masih lengkap dengan danau buatannya, bunga-bunga semerbak mewangi. Selepas menikmati pemandangan atas menara, pemandu lalu membawa kami menuju Gapura Agung, tempat kedatangan kereta kencana nan biasa dinaiki Sultan bersama keluarganya.
wisata-jogja
Gambar 1.3 taman sari
Gapura ini dominan dengan ornamen bunga, sayap burung ini menjadi pintu masuk bagi keluarga Sultan hendak memasuki Taman Sari. Pesanggrahan tepat di selatan Taman Sari menjadi tujuan berikutnya. Sebelum berperang, Sultan akan bersemedi di tempat ini. Suasana senyap, hening langsung terasa ketika Wisatawan masuk. Di sini, Sultan pastilah memikirkan berbagai cara negosiasi lalu strategi perang supaya kedaulatan Keraton Yogyakarta tetap terjaga. Areal ini juga menjadi tempat penyimpanan senjata-senjata, baju perang, tempat penyucian keris-keris jaman dahulu. Pelatarannya biasa digunakan para prajurit berlatih pedang.
kami pun berpisah dengan pemandu di depan Gapura Agung. Namun, ini bukan berarti perjalanan terhenti karena masih ada beberapa tempat untuk disinggahi seperti Sumur Gumuling, Gedung Kenongo. Untuk menuju tempat tersebut, Wisatawan harus melewati Tajug, lorong penghubung Taman Sari dengan keraton dan juga Pulo Kenongo. Lorong bawah tanah lebar ini memang untuk berjaga-jaga apabila keraton dalam keadaan genting.
wisata-jogja
Gambar 1.4 taman sari
Ruang rahasia banyak tersembunyi di tempat ini. Keluar Tajug, Wisatawan akan melihat bekas Pulo Kenongo katanya dulu banyak ditumbuhi bunga kenanga penyedap Wisata Jogja Taman Sari.kami pun menuju Sumur Gumuling, masjid bawah tanah tempat peribadatan raja bersama keluarga. Bangunan dua tingkat didesain memiliki sisi akustik baik. Jadi, pada zaman dahulu, ketika imam mempimpin shalat, suara imam dapat terdengar dengan baik ke segala penjuru.

Sekarang pun, hal itu masih dapat dirasakan. Suara percakapan orang-orang jauh terasa seperti mereka sedang berada di samping kita. Selain itu, Untuk menuju ke pusat masjid ini, lagi-lagi harus melewati lorong-lorong gelap. Sesampainya di tengah masjid berupa tempat berbentuk persegi dengan 5 anak tangga di sekelilingnya, keagungan semakin terasa. Ketika menengadahkan kepala terlihat langit biru. Suara burung terdengar mulai permukiman penduduk di area Wisata Jogja Taman Sari semakin menambah tenteram suasana.

Persinggahan terakhir adalah Gedung Kenongo. Gedung duludigunakan sebagai tempat raja bersantap ini merupakan gedung tertinggi se-Taman Sari. Di tempat ini Anda dapat menikmati golden sunset penuh pesona. Keseluruhan Taman Sari pun bisa dilihat sejak disini, seperti Masjid Soko Guru di sebelah timur dan ventilasi-ventilasi Tajug. Puas dengan kesegaran air Wisata Jogja Taman Sari, langit akan menyapa. Pemandangan indah sekaligus mempesona ditawarkan Taman Sari. Pesona air apik berpadu dengan tembok-tembok bergaya campuran Eropa, Hindu, Jawa, China menjadi nilai Wisata Jogja Taman Sari tak akan terlupakan.
Read More
KALIBIRU

KALIBIRU

wisata-jogja
Gambar 1.1 kalibiru
Menikmati Perbukitan Menoreh yang Syahdu. Menunggu senja datang dari atas pohon pinus di hijaunya pegunungan Menoreh sambil memandang telaga dari kejauhan. Udara segar dan suasana tenang menjadi pelepas ketegangan pikiran.

Jam Buka Kalibiru
Senin - Minggu: pukul 08.00 - 16.00 WIB

Sungguh ramah Pegunungan Menoreh sore itu, setelah satu jam berkendara dari Jogja, hawa dingin menyegarkan dipersembahkan kepada kami sebagai salam pembuka. Perasaaan sejak siang diburu hiruk pikuk jalanan kota mendadak tenang, tiba-tiba tentram. Tak ada motor berseliweran, jalanan lengang, halaman asri rumah-rumah penduduk desa membuat kami ingin segera pindah ke sini. Melemparkan ingatan pada rumah masa kecil, rumah di kampung halaman kini menjadi kediaman bagi kenangan.
wisata-jogja
Gambar 1.2 kalibiru
Kami ada di wisata jogja Kalibiru, sebuah desa dekat Pegunungan Menoreh menjadi pagar sisi barat Yogyakarta. Pegunungan inilah 200 tahun silam Pangeran Diponegoro bersama pasukannya pernah berjuang melawan Belanda, sebelum akhirnya ditipu dan kemudian dibuang ke Sulawesi hingga akhir hayat. Wisata Jogja Kalibiru menjadi sebuah desa terkenal karena ekoturismenya.

Hal itu tidak begitu saja terjadi, perlu berpuluh tahun mengembalikan keelokan wisata Kalibiru sebelumnya sempat tandus karena aksi pembalakan hutan. Kini, berkat usaha penduduk menghutankan desa, wisata jogja Kalibiru dapat menggerakkan perekonomian dan menjadi sumber penghidupan warga. Begitulah antara alam dan manusia, saling menghidupi.
wisata-jogja
Gambar 1.3 kalibiru
Waktu paling tepat untuk datang ke Wisata Jogja Kalibiru adalah sore hari, saat matahari mulai ramah dan suasana menjadi sedikit melankolis. Di sini ada sebuah pohon pinus yang terletak di pinggir jurang, dari pohon inilah kita bisa bebas lepas memandang moleknya pegunungan menoreh. Maka, jangan ragu untuk meniti tangga gantung telah tersedia, duduklah dengan tenang di papan kayu yang telah terpasang, hiruplah segar udara pegunungan, hembuskan perlahan sambil menutup mata. Nikmati setiap detik yang merangkak karena waktu akan terasa sangat lambat berjalan.

Sejenak lupakanlah kota, tinggalkan pikiran-pikiran tentang tugas yang menumpuk, nikmatilah pemandangan wisata jogja  yang ada. Dari atas papan kayu itu kita bisa melihat matahari hendak pulang dengan menunggang awan. Kaki-kaki cahayanya menjangkau permukaan bumi mulai kekuningan, seolah setiap langkahnya meninggalkan warna keemasan.

Sementara sebuah telaga tenang terlihat di kejauhan. Sebuah telaga tetap setia menjadi cermin untuk matahari mematut wajahnya, memantulkan pendar sinar berkilauan sepanjang siang. Wisata Jogja Kalibiru, segala kepenatan bisa hilang ditelan kesunyian. Senja telah berlalu, waktunya kami pulang dengan membawa kedamaian.
Read More
KALIURANG

KALIURANG

wisata-jogja
Gambar 1.1 kaliurang
Plesir ala Nyonya dan Meneer. Menikmati pesona Wisata Jogja alam ujung utara Yogyakarta. Bersentuhan udara sejuk,  meresapi suasana romantis ala nyonya meneer Belanda tempo doeloe Kaliurang terletak pada kaki Gunung Merapi. Pada awal abad ke-19, sejumlah ahli geologi Belanda tinggal di Yogyakarta, bermaksud mencari tempat peristirahatan bagi keluarganya.

Mereka menyusuri kawasan utara merupakan dataran tinggi. Sesampainya di Wisata Jogja Kaliurang berada ketinggian 900 meter dari permukaan laut, para "meneer" tersebut terpesona keindahan serta kesejukan alam kaki gunung itu. Mereka akhirnya membangun bungalow-bungalow untuk memutuskan kawasan itu sebagai tempat peristirahatan mereka.

Perjalanan menuju kaliurang Jogja akan mengingatkan kita pada lukisan pemandangan saat masih taman kanak-kanak. Sebuah gunung dengan jalan tengah serta hamparan hijau membentang kedua sisinya dihiasi rumah penduduk, akan menghilangkan penat dalam bingkai lukisan alam.
wisata-jogja
Gambar 1.2 kaliurang
Selimut angin berhembus sejuk, bahkan saat mentari tepat atas kepala, kesejukan itu masih terasa. Udara menari melewati pepohonan turun gemulai, memberi rasa segar ketika menerpa tubuh. Pemandangan Gunung Merapi memberi sensasi tersendiri kawasan ini. Bagaikan seorang gadis desa menutup tabirnya bila sengaja diperhatikan, gunung ini akan tertutup kabut seolah malu bila sengaja datang untuk melihatnya.

Menyusur sisi barat Bukit Plawangan sejauh 1100 meter, menempuh perjalanan lintas alam, melalui jalan tanah nan diapit pepohonan serta lereng rimbun, deretan 22 gua peninggalan Jepang menjadi salah satu keunikan wisata alam Kaliurang.

Samping keindahan alamnya, Kaliurang juga mempunyai beberapa bangunan peninggalan sejarah. Antaranya adalah Wisma Kaliurang nan Pesangrahan Dalem Ngeksigondo milik Kraton pernah dipakai sebagai tempat berlangsungnya Komisi Tiga Negara. Atau Museum Ullen Sentalu sebagian bangunannya berada dibawah tanah. Museum ini menguak misteri kebudayaan serta nilai-nilai sejarah Jawa, terutama saat berhubungan dengan putri Kraton Yogyakarta, Surakarta pada abad ke-19.
wisata-jogja
Gambar 1.3 kaliurang
Kawasan Wisata Jogja. Berjarak 28 kilometer mulai pusat kota Yogyakarta, Kaliurang kini menjadi sebuah kawasan wisata alam budaya nan memikat, serta menjadi tempat Wisata Jogja menyenangkan untuk rekreasi keluarga. Santai keluarga, orang tua bisa bersantai sambil mengawasi anak-anak bermain diTaman Rekreasi Kaliurang.Dalam taman seluas 10.000 meter persegi anak-anak bisa bermain ayunan, perosotan, atau berenang dikolam renang mini.

Selain itu taman juga dihiasi oleh patung jin ala kisah 1001 malam beberapa jenis hewan ini, anak-anak juga bisa bermain mini car atau memasuki mulut patung seekor naga membentuk lorong kecil yang berakhir pada bagian ekornya. Sekitar 300 meter ke arah timur laut taman rekreasi terdapat Taman Wisata Plawangan Turgo. Kawasan taman wisata ini terdapat kolam renang Tlogo Putri airnya berasal dari mata air lereng Bukit Plawangan.

Bermain ayunan atau bercanda bersama keluarga ditaman bermain saat berada di dalam taman Wisata Jogja , rasa lelah akan lebur dalam rimbunnya taman perhutani. Melangkahkan kaki menyusuri sisi timur, melihat beberapa ekor monyet berloncatan berayunan didahan, menikmati kicau burung jalur berbatu susun nan tangga berundak dijalan menanjak sejauh 900 meter; mungkin akan sedikit melelahkan, tetapi pemandangan Gunung Merapi saat cuaca cerah  Bukit Pronojiwo, akan menggantikan rasa lelah kekaguman.

Pada perjalanan ke puncak Pronojiwo, Wisatawan juga bisa mempunyai kesempatan adu lari bersama seorang turis asing. Meski memenangkan adu lari, tapi perasaan menyatu dengan suasana alam paling membahagiakan. Air minum dijual oleh wanita penjaja minuman puncak Pronojiwo bisa melepas rasa dahaga sambil menikmati Merapi berdiri tegak pas tengah rimbunnya hamparan hijau. Setiap hari libur, Merapi bisa dilihat melalui teropong untuk disewakan.
wisata-jogja
Gambar 1.4 kaliurang tlogo sari
Sesampainya kembali, bersantailah sejenak Wisata Jogja Tlogo Muncar. Meredakan letih sambil menikmati air terjun sela bebatuan. Biasanya air akan mengalir deras saat musim penghujan. Jika ingin menikmati pemandangan Kaliurang, para pengunjung bisa berkeliling menggunakan kereta kelinci dikenal istilah sepoer. Kendaraan ini biasa mangkal depan taman wisata nang dipenuhi kios-kios penjaja makanan.

Jalur dilalui mengitari kawasan wisata Kaliurang timur ke barat. Melewati gardu pandang sebelah barat, Merapi akan terlihat jelas ketika cuaca cerah. Bila ingin merasakan sejuknya Wisata Jogja angin heningnya malam Wisata Jogja Kaliurang, berbagai villa, bungalow, pesanggrahan atau pondok wisata bisa menjadi pilihan. 

Sebelum pulang pastikan untuk membawa sedikit oleh-oleh yang dijajakan. Mulai buah-buahan produksi petani lokal hingga makanan khas yakni tempe tahu bacem serta jadah (makanan beras ketan dan parutan kelapa). Hamparan hijau kaki gunung, udara sejuk segala paket kemewahan alamnya, akan meredakan segala kepenatan pemberi kesegaran dari hiruk pikuknya perkotaan.
Read More
PUNCAK KOSAKORA

PUNCAK KOSAKORA

wisata-jogja
Gambar 1.1 puncak kosakara
Tempat Selfie Anak Muda Kekinian yang Hobi Jalan-jalan. Wisata Jogja Puncak Kosakora sangat populer sebagai tempat favorit untuk selfie di kalangan anak muda kekinian. Tangga batuan karst nan curam pun harus taklukkan untuk mencapai puncaknya memiliki panorama pantai menawan dari ketinggian.

Jam Buka Puncak Kosakora
Senin - Minggu: buka 24 jam

Fenomena eksokarst Pegunungan Sewu ratusan tahun silam menyisakan eksotisme bentang alam pada Gunungkidul Jogja. Deretan conical hills ikuti jalanan naik turun, kini wisatawan melewati salah satu wisata jogja dekat kabupaten paling timur. Berkendara 2 jam lamanya ternyata belum bisa membawa wisatawan sampai ke tempat wisata jogja tujuan. Wisatawan harus trekking sekitar 2 km dengan medan cukup melelahkan untuk menuju tempat wisata jogja namanya kondang sekitar kalangan anak muda.
wisata-jogja
Gambar 1.2 puncak kosakara
Ladang-ladang penduduk adalah pemandangan awal saat itu menemani wisatawan pas awal trekking, hingga kami sampai di sebuah padang rumput lumayan luas. Sebuah mitos tentang tanah yang dikeramatkan oleh masyarakat sekitar menjadi cerita bertuliskan larangan mendirikan bangunan sekitar padang rumput disebut Lemah Sangar. Trekking berlanjut hingga kalian sampai Pantai Ngrumput. Dari pantai pasir putih ditumbuhi rumput beberapa sudutnya ini, tempat tujuan kami sudah terlihat.

Tepat pada timur pantai dengan bendera sebagai tandanya.Tangga curam dari batuan karst dengan tumbuhan pandan laut (Pandanus odorifer) rimbun sekitar kiri kanannya mengantarkan kita ke wisata jogja Puncak Kosakora, dataran paling tinggi di bukit dulunya disebut Bukit Ngrumput oleh masyarakat Tanjungsari. Semenjak seorang traveller tak sengaja singgah menjulukinya Kosakora, ia pun menjadi primadona wisata jogja baru nan tak pernah sepi pengunjung.

Wisata Jogja Puncak Kosakora adalah hasil fenomena eksokarst lain di Gunungkidul. Sebuah bukit karst berada sekitar satu garis dengan deretan pantai-pantai cantik Gunungkidul. Pantai Ngrumput, Pantai Drini, Pantai Watu Kodok, Pantai Sepanjang, Pantai Kukup bahkan Pantai Baron nan jauh di barat pun dapat terlihat dari bukit berketinggian sekitar 50 mdpl ini.
wisata-jogja
Gambar 1.3 puncak kosakara
Bukit yang dulunya sunyi, kini menjadi buah bibir banyak orang ingin menikmati keindahan panoramanya atau sekedar ingin selfie dengan background landscape pantai selatan dari ketinggian, seolah selfie di savana Kenawa. Teriknya matahari siang itu tak membuat para remaja dan anak-anak muda yang mengunjungi Wisata Jogja Puncak Kosakora mengurungkan diri untuk mengambil potret diri.

Mereka asyik berpose di depan kamera tak jauh dari papan kayu sederhana bertuliskan Puncak Kosakora. Tak ingin perjalanan jauh ini sia-sia, saya pun ikut ber-groufie ria. Namun hanya beberapa jepretan kamera dan saya pun menyerah, tak tahan dengan panasnya. Jika ingin berkunjung ke wisata jogja Puncak Kosakora, wisatawan sarankan datang pagi atau sore hari, saat sinar matahari tak begitu menyengat.

Jika ingin menikmati keindahan sunset dan sunrise bisa juga camping di wisata jogja Puncak Kosakora. Tempat ini telah tersedia persewaan tenda dome untuk menginap tanpa harus membawa sendiri dari rumah. Terlanjur datang saat matahari sedang garang dan tak ada rencana untuk bermalam, saya pun hanya memilih berteduh di gubuk bambu. Melepas lelah sambil menikmati pemandangan samudera luas yang hilang dalam batas cakrawala, mengagumi luasnya ciptaan Tuhan.
Read More
GUNUNG MERAPI

GUNUNG MERAPI

wisata-jogja
Gambar 1.1 gunung merapi
Menikmati Sunrise Wisata Jogja Gunung Berapi Paling Aktif di Indonesia. Menikmati matahari terbit melalui gunung api paling aktif Indonesia tercinta, serta menengok langsung kawah Merapi nan selalu bergolak menjadi pengalaman wajib seumur hidup.
Tradisi sadranan memang tak dapat dilepaskan masyarakat lereng Merapi; ritual digelar setiap tahun menjelang bulan Ramadhan penghormatan leluhur, juga sebagai sarana mengikat persaudaraan.

Wisata Jogja Gunung Merapi berada dalam satu garis lurus dengan Keraton Jogja dan Samudera Hindia memegang posisi penting dalam masyarakat Jawa. dipercayai sebagai suatu trinitas kosmologi yang mempunyai hubungan erat satu sama lain. Merapi sebagai api, Laut Selatan perlambang air, sementara Keraton adalah penyeimbangnya. Malam hari kami berangkat mendaki sang unsur api, Merapi.

Wisatawan boleh mengambil rute pendakian jalur sisi Utara, yaitu via Dusun Plalangan, Desa Jlatah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Plalangan adalah dusun terakhir bila wisatawan akan melakukan pendakian melalui jalur Selo. Sampai ke sini  wisatawan naik angkutan umum Jogja ke Magelang; turun  Blabak lalu lanjutkan naik mini bus jurusan Selo. Mencapai Base Camp Barameru (Mbah Min) wisatawan  harus berjalan kaki melewati jalan aspal menanjak karena tiada angkutan umum lewat kampung.
wisata-jogja
Gambar 1.2 gunung merapi
Bila ingin lebih mudah kita untuk menyewa mobil bakal mengantar langsung hingga base camp,Mengantar dan menjemput dari Jogja. Sebenarnya masih ada jalur lain seperti jalur Deles ataupun Babadan. Namun, rutenya relatif lebih sulit sehingga jalur Selo menjadi favorit para pendaki hingga kini. Sementara itu, jalur Selatan via Dusun Kaliadem sudah tidak dapat dilalui pasca erupsi besar tahun 2010 silam. Di base camp kita beristirahat dan bermalam, tidak ada tarif baku, sepantasnya saja. Pendakian tersebut wisatawan ditemani Gimar, seorang ayah muda berusia 22 tahun anak bungsu Mbah Min.

 Sehari-harinya Gimar adalah petani dan penjaga pos pendaftaran pendakian. Bila ada pendaki Gimar menjadi porter ataupun guide. Jika memerlukan, sampaikan saja pada Mbah Min, maka beliau akan mencarikannya. Siapkan air secukupnya karena wisatawan tidak akan menemui mata air selama perjalanan hingga ke puncak. Jangan lupa membawa jaket bila enggak ingin membeku disergap dingin udara gunung.
wisata-jogja
Gambar 1.3 gunung merapi
Lama perjalanan normal mendaki Merapi hingga puncak sekitar 5-6 jam. Empat hingga lima jam pertama dihabiskan melewati base camp hingga pos 3 atau Pasar Bubrah, selanjutnya perjalanan selama sekitar satu jam ke puncak. Namun wisatawan berangkat lebih awal menjelang camping dan mencari spot terbaik menikmati sunrise. Pukul 19.30 kami berangkat. Perjalanan dimulai dengan tanjakan aspal hingga New Selo, selanjutnya berganti dengan jalan setapak melewati ladang tembakau dan kubis milik penduduk.

 Setelah berjalan selama kurang lebih 1 jam, gapura selamat datang akan menyambut. Sekitar sejam perjalanan melewati hutan pinus, kita akan sampai di Pos 1. Pos 1 menuju Pos 2 memakan waktu sekitar 1,5 jam dengan medan terjal penguras tenaga. Rute Pos 2 ke Pos 3 atau Pasar Bubrah relatif lebih mudah meskipun tetap dipenuhi batu. Tiada penerangan selama perjalanan, jadi pastikan headlamp dalam kondisi prima.

Dalam gelap, bukan berarti engga ada pemandangan Wisata Jogja yang tak bisa dinikmati. Suasana damai begitu terasa; sayup-sayup terdengar bunyi gamelan acara ketoprak digelar oleh warga, mengiringi setiap langkah menapaki kerasnya batu sisa-sisa muntahan kawah. Angin pun tidak mau ketinggalan dalam pertunjukan, disapanya pohon-pohon agar ikut bersuara, semakin menambah hawa magis  Wisata Jogja Merapi. Saat berhenti sejenak melepas lelah, terlihat bawah awan ribuan lampu bagaikan kerajaan kunang-kunang. Cobalah menengadah ke atas, jutaan bintang memenuhi langit kelam, seperti taburan serbuk peri berkilauan.
wisata-jogja
Gambar 1.4 gunung merapi
Engga terasa wisatawan hampir sampai di Pasar Bubrah.Wisatawan boleh mendirikan tenda dibalik sebuah batu besar demi berlindung pada kencangnya angin malam itu.Tempat menggelar tenda, pemandangan rupawan telah wisatawan cicipi tadi lebih puas dinikmati. Seolah berada didunia lain ketika dibawah kaki terlihat ribuan lampu kota, sedangkan mendongak ke atas para penghuni galaksi Bima Sakti tampak jelas.

Saat mentari datang esok paginya, Wisata Jogja semua berubah. Gemerlap bintang digantikan cahaya keemasan muncul dari balik Gunung Lawu pada sisi Timur, membuat tanah kami pijak bak permadani bersulam benang emas Persia. Gunung Merbabu dengan tenang duduk sisi Utara, sementara tiga bersaudara Gunung Slamet, Sumbing, dan Sindoro masih sedikit tertutup kabut sebelah Barat bagaikan komplek piramida Giza Mesir.

 Menikmati suasana Merapi seperti seolah mempertanyakan keganasannya legendaris, sejenak lupa bahwa gunung tersebut pernah menelan ribuan nyawa, mengubur peradaban, mengusir Kerajaan Mataram Kuno hingga ke Timur Pulau Jawa. Kini waktunya melanjutkan perjalanan ke puncak, melewati Pasar Bubrah 8000 tahun silam adalah kawah Merapi. Rute penuh pasir dan batu menjadi pilihan satu-satunya, belum ada jalan lain. Pasir dan kerikil belom cukup kuat menahan pijakan, menarik kaki terus-terusan merosot.
wisata-jogja
Gambar 1.5 gunung merapi
Magma beku hasil erupsi terakhir juga masih terlalu labil hingga harus ekstra hati-hati memilih batu tepat, memaksa kita harus merangkak supaya maju selangkah demi selangkah. Setelah sekitar 1 jam, bau belerang menghampiri hidung kami. Berdiri di bibir kawah gunung paling aktif  Indonesia tercinta tentu sebuah pengalaman tak terlupakan, 2914 meter tingginya permukaan laut. Pemandangan tiada kalah spektakuler, sehingga perjalanan penuh perjuangan serasa kagak berbekas, hilang entah ditelan siapa. Wisatawan sudah tiba puncak Merapi.

Puncak Merapi juga merupakan spot favorit para pendaki Wisata Jogja menikmati sunrise. Hanya saja, tempat sempit dan curam menyulitkan para pemburu gambar berpindah-pindah mencari sudut terbaik, apalagi meletakkan tripod. Sebelum siang datang, kami segera turun. Perjalanan pulang ke base camp memakan waktu sekitar 4 jam.

Disinari cahaya matahari, terlihat lahan penduduk dilereng gunung. Kawasan tersebut adalah daerah subur berkat abu vulkanik rutin dikeluarkan kawah Merapi. Sesungguhnya Merapi tidak pernah marah; dia hanya menyeimbangkan diri, membagi apa yang dimiliki alam sekitarnya.
Read More
WADUK SERMO

WADUK SERMO

wisata-jogja
Gambar 1.1 waduk sermo
Menanti Senja di Tepi Wisata Jogja Telaga Waduk sermo sebagai satu-satunya waduk Jogja laksana oase ditengah perbukitan karst Menoreh nan eksotis. Naik perahu berkeliling tak kalah menyenangkan dengan menikmati senja tepinya. Berada pas tengah perbukitan menoreh, Waduk Sermo nang tenang seolah menjadi taman tirta bagi putri khayangan akan hendak mandi, menyembunyikannya dari mata nakal untuk mengintip ritual membersihkan diri para putri.

Ingin menikmati suasana berbeda dari  Wisata Jogja, kali ini kami mengarahkan kompas ke arah barat, menuju Kulon Progo. Berbagai suasana Wisatawan dapat lalui, mulai hiruk pikuk kota, aspal mulus naik turun mengular, hingga sepi jalanan berbatu dengan rindang pohon kiri kanan. Ladang, tanah persawahan, rumah-rumah desa, dan tebing berbatu menjadi pemandangan sepanjang perjalanan.
wisata-jogja
Gambar 1.2 waduk sermo
Setelah satu jam berkendara, sampailah pada sebuah Wisata Jogja telaga buatan, dialah Wisata Jogja  Waduk Sermo atau bendungan sermo. Lahan seluas 157 hektar dulunya adalah sebuah perkampungan kini telah disulap menjadi telaga nan menentramkan. Ada dua cara paling menyenangkan untuk menikmati Waduk Sermo. Pertama, dengan menyewa perahu boat untuk menyusuri setiap lekukannya. Sementara kedua adalah dengan duduk bersantai dipinggir telaga sambil menanti senja. Sebuah cara sederhana mensyukuri pemberian Sang Pencipta.

Tak mau rugi, keduanya akan coba hari ini. Maka naiklah ke atas perahu bermesin membawa berkeliling. Mengamati setiap lekuk indahnya, menyentuh airnya, merasakan hembusan angin membelai wajah dan memainkan rambut. Ah, angin manja membuat Wisatawan Wisata Jogja semakin jatuh cinta.
wisata-jogja
Gambar 1.3 waduk sermo
Saat sore mulai tiba, bergeser ke dekat pintu air dan duduk bersantai menghadap ke barat. Ya, inilah ritual penikmat Wisata Jogja ini  menunggu senja. Mengantarkan sang surya pulang ke punggung bukit untuk beristirahat agar esok kembali berbagi energi dengan bumi. Dari pinggir telaga Wisatawan dapat merasakan waktu berjalan seolah adalah sebuah gerakan tangan pelukis saat sedang menyapukan warna kuning keemasan, sesekali menyipratkan jingga pada langit, pada permukaan air, pada rumput dan batu yang menjadi bibirnya, pada hutan dan bukit yang menjadi pelindungnya.
wisata-jogja
Gambar 1.4 waduk sermo
Suasana berubah semakin keemasan, mengingatkan pada novel karangan Seno Gumira Ajidarma  berjudul negeri senja. Seperti inikah negeri itu? Sebuah negeri tak  pernah mengenal siang dan malam, satu-satunya hanyalah senja, satu-satunya warna adalah jingga. Ah, mendadak penikmat Wisata Jogja merasa menjadi musafir tersesat ke negeri misterius itu. Warna remang keemasannya menyihir Wisatawan untuk duduk diam seribu bahasa sambil terus memandang telaga.
Read More
EMBUNG BATARA SRITEN

EMBUNG BATARA SRITEN

wisata-jogja
Gambar 1.1 embung batara sitren
Terpesona oleh Sang Batara, Wisata Jogja Telaga Buatan Tertinggi Jogja.  Wisata Jogja batara Sriten bukanlah salah satu nama dari sekian banyak dewa-dewi dalam kisah-kisah pewayangan Jawa. Ia hanyalah telaga buatan tertinggi Gunungkidul menawarkan keindahan panorama hingga membuat siapa pun terpesona olehnya. Jalanan menanjak dan berliku-liku menuju Pegunungan Baturagung Utara membuat saya tak henti-hentinya menahan nafas, tegang. Terlebih ketika tiba-tiba kendaraan kami berhenti pada tengah tanjakan curam dan panjang.

Jalanan cor blok mulai rusak, berlanjut dengan jalanan berbatu kapur kurang lebih sepanjang 5,5 kilometer mengantarkan wisatawan menuju dataran tertinggi Gunungkidul. Saya baru bisa bernafas lega ketika kendaraan telah mencapai tanah datar tertutupi conblock, area tempat parkir dengan ketinggian lebih dari 800 Mdpl. Sebuah telaga buatan tak terlalu besar dengan kapasitas sekitar 10 ribu meter kubik tersaji depan mata, dikelilingi pagar besi rendah dan jalan conblock tepinya.
wisata-jogja
Gambar 1.2 embung batara sitren
Kawasan  Wisata Jogja pegunungan Baturagung Utara tak jauh berbeda dengan kawasan kabupaten Gunungkidul lainnya, berupa pegunungan karst tandus dan sering kali dilanda kekeringan ketika kemarau tiba. Pembangunan retention basin dikenal dengan nama wisata jogja Embung Batara Sriten pun dianggap sebagai solusi untuk mencegah kelangkaan air sekaligus mengembangkan kawasan agrowisata buah sekitarnya, dengan memanfaatkan air hujan ditampung saat musim penghujan.

Saat pertama kali mendengar namanya, terlintas sosok-sosok batara atau dewa-dewi kayangan dalam kisah-kisah pewayangan. Awalnya saya menerka, lokasi Wisata Jogja embung tak biasa digambarkan bagai surgaloka tempat dewa dewi bertakhta. Namun ternyata, sebutan wisata jogja Embung Batara Sriten diberikan karena lokasi embung ini berada dipegunungan Baturagung Utara kemudian disingkat menjadi Batara, tepatnya wilayah Padukuhan Sriten.


Angin tak henti-hentinya berhembus membawa hawa dingin khas pegunungan ketika penikmat Wisata Jogja menelusuri tepi  Wisata Jogja embung. Dari jarak sedekat ini dapat terlihat lapisan tipis geo membran digunakan dalam teknik pembuatan wisata jogja Embung Batara Sriten. Karena lapisan tipis menyerupai plastik hitam inilah, wisata jogja Embung Batara Sriten tak digunakan untuk memelihara ikan. Sebab keberadaan ikan-ikan akan merusak lapisan tipisnya. Hingga akhirnya wisata jogja Embung Batara Sriten hanya dihuni oleh berudu-berudu nang terlihat asyik berenang diair berwarna biru kehijauan.
wisata-jogja
Gambar 1.3 embung batara sriten
Menikmati indahnya panorama Wisata Jogja Embung Batara Sriten bisa dilakukan dalam berbagai cara. Seperti duduk-duduk sekitar embung sambil merasakan hembusan angin tetap dingin, meskipun matahari sedang bersinar penuh semangat. Bisa juga sambil menyesap segarnya segelas es teh atau nikmatnya secangkir kopi tubruk disediakan warung-warung kaki lima tak jauh dari embung. Mencoba teduhnya naungan pohon ikonik Wisata Jogja Embung Batara Sriten, dalam ayunan hammock seperti Wisatawan lakukan pun menjadi salah satu pilihan menyenangkan.

Sementara, masih terpesona dengan keindahan panorama telaga buatan serta terbuai sejuknya udara pegunungan, dataran nan lebih tinggi daripada sisi timur menggoda wisatawan penikmat Wisata Jogja untuk mengeksplorasi. Puncak Tugu Magir, begitulah puncak sisi timur ini disebut. Puncak tertinggi wisata jogja Pegunungan Baturagung Utara sekaligus puncak tertinggi di Kabupaten Gunungkidul. Sinilah tempat para penjelajah dirgantara mencoba mengembangkan parasut paralayang dari ketinggian 859 Mdpl. Tempat ini pula terdapat makam tiban dipercayai penduduk setempat sebagai petilasan Syeh Wali Jati, seorang kerabat Sultan pada masanya.

Puncak Tugu Magir menyuguhkan pemandangan 360 derajat wilayah sekitarnya berlokasi lebih rendah. Sejauh mata memandang dapat terlihat landscape Kota Klaten dengan Rawa Jombor, Kota Jogja dengan Merapi nan gagah, deretan pegunungan Gunungkidul hingga berlanjut ke wilayah Wonogiri ketika tertutup kabut tipis. Dari puncak ini pula penikmat Wisata Jogja bisa menyaksikan cahaya pertama matahari mengawali hari, juga saat-saat ia kembali pulang ke peraduan.

 Wisatawan lebih baik berkunjung ketika cuaca cukup cerah lewat tengah hari, sehingga kami tak dapat menyaksikan saat-saat matahari muncul dari balik kabut tipis seolah-olah seperti awan-awan berarakan. Namun wisatawan bisa mendapat kesempatan untuk menyaksikan saat-saat ia perlahan mulai menghilang, menyelinap balik cakrawala setelah seharian bersinar cukup garang. Ketika wisatawan beranjak menuruni Puncak Tugu Magir dan mencapai tepi embung, langit sudah semakin gelap meskipun sisa-sisa semburat merah masih terlukis pada langit barat.
wisata-jogja
Gambar 1.4 embung batara sriten
Suara adzan maghrib mulai terdengar bersahutan dari kejauhan, sebagai tanda sudah saatnya kami pulang. Seperti beberapa orang sama-sama tak ada niatan untuk camping kawasan wisata jogja Embung Batara Sriten. Perjalanan pulang pun sama menegangkannya seperti saat kami datang, menyusuri jalanan menurun curam dengan penerangan terbatas dari lampu kendaraan. Rem kendaraan harus dipastikan dalam keadaan optimal saat menuruni jalanan pulang, terutama bagi pengguna kendaraan matic sebenarnya tak dianjurkan untuk dipergunakan menuju Wisata Jogja Embung Batara Sriten.

Tak adanya engine brake pada motor matic membuat pengemudi hanya bisa mengandalkan rem, sehingga lebih mudah membuat motor matic mengalami over heating pada disc brake. Rasa lega baru memenuhi rongga dada saat roda-roda kendaraan wisatawan telah melaju pada jalanan mulus beraspal, di saat langit sudah benar-benar pekat dengan pendar cahaya bulan nan pucat.
Read More
CAVE TUBING KALISUCI

CAVE TUBING KALISUCI

wisata-jogja
Gambar 1.1 cave tubing kalisuci
Berpeluk Mesra bersama Arus Sungai di Perut Bumi. Mengarungi sungai bawah tanah menggunakan ban pelampung menjanjikan sensasi tersendiri. Petualangan sesungguhnya dimulai saat aliran sungai memasuki relung gulita. Siapkan diri Anda untuk petualangan Wisata Jogja sangat eksotik tak kan pernah terlupa.
Jam Buka Cave Tubing Kalisuci
Senin - Minggu: pukul 08.00 - 16.00 WIB

Kabupaten Gunungkidul selama ini dikenal sebagai kawasan tandus, gersang karena hampir semua topografi wilayahnya terdiri dari perbukitan kapur atau lebih kenal istilah perbukitan karst. Saat musim kemarau tiba, warna hijau tanaman segera berubah menjadi kecoklatan akibat meranggas.

Namun, balik kegersangan perbukitan karst Gunungkidul menyimpan jutaan potensi Wisata Jogja jarang menemui di tempat lain. Salah satunya adalah gua-gua indah yang tersembunyi di perut bumi bersama sungai mengalir deras di dalamnya. Menyusuri sungai mengalir melewati gua-gua bawah tanah menjadi salah satu petualangan Wisata Jogja yang ditawarkan Kalisuci, Semanu, Gunungkidul. Istilah cave tubing, petualangan memadukan aktivitas caving (susur gua), body rafting.
wisata-jogja
Gambar 1.2  cave tubing kalisuci
Berbekal informasi bahwa aktivitas cave tubing ini hanya ada di Mexico, New Zealand, Gunungkidul, Wisatawan pun semakin semangat dan tak sabar untuk segera memulai petualangan baru yang mengasyikkan serta penuh tantangan. Setelah life jacket, helm, serta semua peralatan yang diperlukan terpasang dengan sempurna dalam tubuh, Wisatawan pun mulai menyusuri jalan setapak antara ladang jati menuju titik mulainya cave tubing Kalisuci.

Aliran sungai berkelak-kelok terlihat dari ketinggian tebing. Airnya nan biru kehijauan terlihat kontras beserta warna coklat tanah, tebing karst, serta daun-daun meranggas sehingga menciptakan harmoni lukisan alam nan mempesona. Setelah semua duduk di atas ban pelampung, pengarungan sungai pun dimulai. Ban mulai bergerak seirama aliran air.
wisata-jogja
Gambar 1.3 cave tubing kalisuci
Saat tiba dekat arus tenang maka tangan harus difungsikan sebagai kayuh supaya terus melaju, sedangkan saat memasuki jeram ban akan melaju dengan cepat serta berputar-putar mengikuti arus. Beberapa titik penuh dengan bebatuan maupun jeram ekstrim dan sulit melewati, Wisatawan terpaksa harus keluar dari sungai dan berjalan kaki sambil mengusung ban pelampung.

Petualangan sesungguhnya mulai saat aliran sungai memasuki relung Gua Kalisuci dan Gua Gelatik. Sinar matahari menghilang, berganti bersama suasana remang bahkan gelap, satu-satunya pencahayaan hanya berasal dari headlamp. Stalaktit terlihat dekat atap gua terus meneteskan air, beberapa diantaranya merupakan batu kristal.
wisata-jogja
Gambar 1.4 cavev tubing kalisuci
Tiga ekor kelelawar nampak bergelantungan dalam langit-langit gua, ikan besar berenang dekat bawah kaki, seekor laba-laba besar menempel stalagmit. Keindahan gua dan kesejukan sungai menyatu dalam keheningan membuat diri enggan beranjak pergi. Berpeluk mesra dengan dinginnya aliran sungai dalam perut bumi dengan bonus pemandangan alam nan cantik, Wisata Jogja nan eksotik benar-benar menjadi petualangan yang tak kan pernah terlupa.
Read More